Bupati Kukuhkan Paguyuban Sedulur Jowo Kabupaten Melawi

oleh -293 views
Pengukuhan Pengurus Sedulor Jowo Kabupaten Melawi di lapangan Desa Batu Nanta Minggu (5/6)

Harap PSJ Ikut Serta Dalam Pembangunan Daerah 

MELAWINEWS.COM, BATU NANTA- Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa mengukuhkan Pengurus Harian Sedulur Jowo (PSJ) Kabupaten Melawi Periode 2022-2026 di lapangan Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Minggu (5/6). Kegiatan pengukuhan dan deklarasi ini dirangkai dengan pengajian Akbar yang di isi oleh Habib Nizar.

Dalam kesempatan tersebut bupati menyampaikan selamat dan sukses kepada pengurus Paguyuban Sedulur Jawa Kabupaten Melawi yang baru saja dikukuhkan. Dia berharap kepada pengurus dapat mengemban tugas dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya  demi kelancaran mekanisme roda organisasi.

“Kabupaten Melawi telah menjadi ruma damai bagi beragam etnis seperti melayu, dayak, jawa, tionghoa, flobamora, batak, sunda, minangkabau, maupun etnis lainnya. Keberagaman antar kelompok ini telah terjalin harmonis, hidup rukun, dan damai di Kabupaten Melawi,” kata bupati Melawi.

Sebagaimana paguyuban atau organisasi sosial kemasyarakatan lainnya yang ada di daerah ini, eksistensi Paguyuban Sedulur Jawa Kabupaten Melawi juga merupakan modal sosial dalam membangun Kabupaten Melawi, Khususnya Dalam Mewujudkan Visi Dan Misi Kabupaten Melawi yang adil,   pantas, hebat, yang berlandaskan gotong royong, serta harmonis dalam keberagaman.

“Hal ini tentu menjadi salah satu kekuatan masyarakat kabupaten Melawi asal Jawa untuk ikut berkontribusi dan berkarya dalam memajukan kabupaten Melawi yang sama-sama kita cintai ini,” harapnya.

Bupati menegaskan, dirinya percaya, banyak kontribusi yang dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya dari suku Jawa namun juga dari suku lain yang ada di Kabupaten Melawi. Bahwa kontribusi positif masyarakat Jawa dalam agenda pembangunan daerah.

“Meskipun tidak dapat kami urai satu persatu, tidak sedikit pemikiran dan kontribusi positif dari masyarakat etnis Jawa yang ada di Kabupaten Melawi yang diberikan dan didedikasikan bagi kemajuan daerah ini,” jelasnya.

Bupati berharap keberadaan PSJ ini bisa ikut memberikan sumbang saran dari para tokoh masyarakat Kabupaten Melawi asal Jawa terhadap kebijakan Pemerintah daerah, kami nilai sangat berharga serta menjadi salah satu modal bagi percepatan dan kemajuan pembangunan daerah.

“Oleh sebab itu, budaya sumbang saran tersebut, kami harapkan agar dapat       terus ditumbuhkembangkan secara santun, arif dan bijak, demi asa kita bersama membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Sementara itu mewakili pengurus PSJ Kabupaten Melawi Selamet Mustika Widodo mengatakan, terbinanya hubungan persaudaraan masyarakat Jawa di kabupaten Melawi menjunjung tinggi nila-nilai luhur adat jawa, dalam rangka mewujudkan Kabupaten Melawi yang harmonis dalam keberagaman.

“Inilah yang menjadi cita-cita kami masyarakat Jawa Kabupaten Melawi khususnya Paguyuban Sedulur Jawa, bahwasanya para ulama sering menyampaikan dan kita yang mempraktikan, sebagaimana yang ada di dalam al quran,” katanya.

Sementara itu dalam tausiahnya Habib Nizar juga menyampaikan, perkumpulan Sedulur Jawa merupakan wadah untuk mempererat tali silaturahim, mudah-mudahan keberadaan Penguyuban ini menjadi berkah untuk desa Batu Nanta dan Kabupaten Melawi.

Dalam kesempatan itu Habib juga menyinggung soal organisasi merupakan wadah tempat orang berkumpul dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi, hal ini juga sesuai dengan yang diajarkan oleh islam sebagaimana yang ada di dalam al quran.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,” kata Habib mengutip ayat suci al quran.

Dia mengungkapkan, barang siapa menyambung tali silaturahim, maka agar hidup akan menjadi berkah. Maka dari itu diharapkan kepada para jamaah yang hadir untuk senantiasa menjaga hubungan silaturahmi dengan siapapun.

“Silaturahim itu bukan hanya kepada orang yang berbaik kepada kita. Namun kepada siapa saja termasuk orang yang tidak berbuat baik kepada kita,” katanya.