Melawi  

Penanganan Sampah Jadi Prioritas Pemkab Melawi, DLH Siapkan Langkah Strategis

Kepala DLH Melawi, Yusuf Afandi

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi dalam menuntaskan persoalan sampah kembali ditegaskan oleh Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa. Penanganan sampah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah, sehingga diperlukan langkah cepat dan nyata untuk mengatasi berbagai persoalan yang selama ini terjadi.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati saat melantik enam pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi Tahun 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Jumat (19/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati secara khusus menginstruksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Melawi yang baru dilantik, Yusuf Afandi, agar segera mengambil langkah maksimal dalam penanganan sampah di lapangan.

Menanggapi arahan tersebut, Yusuf Afandi mengatakan bahwa upaya penanganan sampah membutuhkan dukungan anggaran yang memadai, termasuk untuk penyediaan dan pemeliharaan armada pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Namun, karena baru menjabat sebagai Kepala DLH Melawi, dirinya masih perlu mempelajari kondisi anggaran yang tersedia, khususnya yang dialokasikan untuk program penanganan sampah.

“Nanti akan kita sesuaikan dengan kekuatan anggaran yang tersedia tahun ini dalam penanganan sampah,” ujarnya usai prosesi pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan.

Afandi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah armada truk sampah saat ini mengalami kerusakan. Selain itu, alat berat yang digunakan di TPA juga tidak berfungsi optimal, sehingga menjadi salah satu faktor yang menghambat kelancaran pengelolaan sampah.

Menurutnya, apabila anggaran yang tersedia mencukupi, maka perbaikan armada dan alat berat akan menjadi prioritas guna memperlancar proses pengangkutan dan pengelolaan sampah.

Selain itu, DLH Melawi juga akan memperjuangkan perbaikan akses jalan menuju TPA yang terhubung dengan jalan nasional. Kondisi jalan yang rusak dinilai menyulitkan armada pengangkut sampah dalam menjalankan operasional sehari-hari.

Di sisi lain, Afandi menilai persoalan sampah tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan sarana dan prasarana. Ia juga menyoroti masih adanya masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat dan tidak memanfaatkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang telah disediakan pemerintah.

Menurutnya, sebagian masyarakat masih menganggap persoalan sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, padahal pengelolaan sampah memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Tugas pemerintah adalah memberikan layanan pengangkutan sampah dari titik-titik penampungan sementara yang telah disediakan, bukan dari lokasi pembuangan liar,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan kesadaran seluruh lapisan masyarakat.

“Masalah sampah bukan hanya urusan DLH atau pemerintah saja, melainkan masalah bersama yang membutuhkan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada TPS yang telah disediakan pemerintah guna menjaga kebersihan lingkungan, keindahan kota, serta kesehatan masyarakat.