Hujan Ekstrim, Puluhan Hingga Ratusan Rumah di PinohTerendam Banjir Dadakan

oleh -675 views
Petugas BSPBK memompa air di dekat Gang Kayan Serundung karena banyak pemukiman terendam banjir usai hujan deras selama beberapa jam

MELAWINEWS.COM, Melawi – Hujan deras yang turun sejak Senin (19/9) sore menyebabkan puluhan bahkan ratusan rumah terendam. Air hujan yang turun dengan  intensitas tinggi menyebabkan kawasan permukiman padat di sejumlah desa seperti Tanjung Niaga, Sidomulyo, Paal hingga Kenual dikepung banjir.

Air bahkan memasuki rumah dengan ketinggian bervariasi. Sejumlah ruas jalan juga ikut terendam, bahkan tak sedikit kendaraan roda dua yang mogok akibat memaksa melintas di jalan penuh air, seperti di tikungan dekat tower TVRI.

Indri, salah seorang warga Sidomulyo, terpaksa mengungsi ke tempat lain setelah air hujan masuk ke dalam rumahnya. Hujan deras selama kurang lebih 5 jam itu, mulai merendam lantai rumah sekitar pukul 20.00 WIB.

“Ini juga harus keliling, mutar-mutar karena banyak jalan putus terendam banjir. Bahkan sekitar rumah kami juga rata-rata terendam,” Keluhnya.

Di Nanga Pinoh, hujan deras turun sejak Magrib. Hujan baru berhenti sekitar pukul 22.30 WIB. Beberapa pemukiman dekat pasar seperti di sekitar gang Merak hingga gang Kayan, Dusun Serundung, Desa Tanjung Niaga terendam air cukup tinggi.

Petugas dari BSPBK bahkan harus menurunkan mobil pemadam untuk menyedot air agar genangan air hujan ini cepat surut.

“Kita gunakan dua unit mobil untuk memompa air karena kawasan rumah warga banyak yang terendam. Air hujan tak lagi tertampung di saluran drainase sehingga menggenangi pemukiman,” Kata Taufik, Ketua MABT Melawi yang ikut turun langsung mengatasi genangan air saat ditemui di ruas jalan Rawat Inap, Nanga Pinoh.

Taufik yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Melawi menyebutkan, drainase menjadi salah satu penyebab sehingga banjir dadakan merendam banyak rumah warga. Sehingga saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan lama, air tak lagi terserap tanah, namun tertahan dan mengalir ke berbagai titik.

“Kita mendorongnya agar nantinya pembangunan sarana drainase oleh Pemerintahan dilakukan dengan melihat dimana sebaiknya harus di bangun. Apalagi rencananya akan ada pembangunan sarana drainase. Mungkin sebelum ketok anggaran, bisa diarahkan ke kawasan yang rentan terdampak banjir akibat luapan air hujan, ” sarannya.