Melawi  

6 Desa Terdampak Karhutla di Ella Hilir, Luas Lahan Terbakar Capai 2.165 Hektare

Kebakaran lahan perkebunan karet warga di salah satu desa Kecamatan Ella Hilir

MELAWINEWS.COM, ELLA HILIR – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian di Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Sejumlah titik lahan kebakaran masyarakat seperti perkebunan karet, ladang dan pertanian dilaporkan berada di lokasi yang sulit dijangkau sehingga menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Camat Ella Hilir, Miles, mengatakan Satgas Karhutla bersama masyarakat terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah lokasi yang sebelumnya terdampak kebakaran. Upaya tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi medan serta kemampuan sarana dan personel yang tersedia.

“Memang ada sejumlah titik yang sulit dipadamkan karena jangkauannya cukup sulit. Namun Satgas Karhutla bersama masyarakat terus melakukan pemantauan dan penanganan sesuai dengan kemampuan yang ada,” ujar Miles, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, kondisi akses menjadi salah satu tantangan dalam penanganan Karhutla. Karena itu, keberadaan sarana pemadam di tingkat desa dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika kembali ditemukan titik api.

Meski demikian, kata Miles, pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat kondisi lahan dan cuaca masih berpotensi memicu munculnya kembali titik api.

Miles menyebutkan, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kecamatan Ella Hilir, PT Citra Mahkota (CMA), telah menyalurkan bantuan berupa mesin Robin dan selang pemadam kepada Desa Sungai Mentoba serta Satgas Karhutla Kecamatan Ella Hilir.

Bantuan tersebut, kata dia, diharapkan dapat mendukung kesiapsiagaan masyarakat dan Satgas dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki akses cukup sulit.

“Kami berharap bantuan serupa juga dapat disalurkan kepada desa-desa lain yang terdampak. Dengan adanya peralatan pemadam di desa, ketika kembali terjadi kebakaran, upaya penanganan awal bisa segera dilakukan,” harapnya.

Berdasarkan data sementara yang disampaikan pihak desa ke Kecamatan Ella Hilir, terdapat enam desa yang terdampak Karhutla dengan luas lahan atau hutan terbakar yang cukup signifikan.

Miles menjabarkan, Desa Domet Permai tercatat memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.523 jiwa, dengan luas lahan atau hutan terbakar sekitar 445 hektare. Seluruh penduduk desa tersebut, berdasarkan data kecamatan, masuk dalam kategori terdampak.

Kemudian Desa Sungai Mentoba memiliki 683 jiwa penduduk. Wilayah desa tersebut memiliki luas sekitar 649 hektare 357 meter persegi, dengan jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 122 kepala keluarga (KK).

Di Desa Nanga Ella Hilir, jumlah penduduk mencapai 1.656 jiwa, sementara luas lahan atau hutan yang terbakar diperkirakan sekitar 200 hektare.

Selanjutnya Desa Popai memiliki 1.276 jiwa penduduk dengan luas lahan atau hutan terbakar sekitar 158 hektare. Desa Nanga Nuak dengan jumlah penduduk 1.115 jiwa tercatat mengalami kebakaran pada lahan sekitar 213,11 hektare, dengan 1.022 jiwa terdampak.

Sementara Desa Nyangau memiliki 802 jiwa penduduk, dengan luas lahan atau hutan terbakar diperkirakan mencapai 500 hektare dan seluruh penduduk tercatat terdampak.

Jika angka luas yang disampaikan kecamatan tersebut dijumlahkan, luas lahan atau hutan terbakar di enam desa mencapai sekitar 2.165,11 hektare, dengan tingkat dampak terhadap masyarakat yang berbeda di masing-masing desa.

Miles menambahkan, Satgas Karhutla tingkat kabupaten dan kecamatan serta masyarakat desa hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan, terutama untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

“Satgas terus memonitor apabila masih ada titik api yang hidup. Berdasarkan informasi yang kami terima sampai saat ini, api di berbagai titik sudah padam,” jelasnya.