Dialog Interaktif ‘Sintang Menyapa’, Askiman Bahas P2Emas

oleh

Wakil Bupati Sintang Askiman menjadi nara sumber dialog interaktif Sintang Menyapa

MELAWINEWS.COM, SINTANG – Wakil Bupati Sintang, Askiman, menjadi narasumber dialog interaktif Sintang Menyapa yang disiarkan langsung oleh LPP RRI Sintang di Balai Pegodai Rumah Dinas Wakil Bupati Sintang, Rabu, (6/3).

Dalam dialog interaktif tersebut, Wakil Bupati Sintang membahas tema khusus yakni tentang Program Peningkatan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (P2Emas).

Wakil Bupati Sintang menegaskan bahwa Pemkab Sintang terbuka menerima masukan dan kritikan untuk membangun pemerintahan yang terbuka. Program baik harus didukung oleh masyarakat, dan program yang tidak baik dan tidak dilaksanakan dengan maksimal oleh Pemkab Sintang harus dikritik oleh masyarakat.

“Tahun 2018 lalu Pemkab Sintang sudah menetapkan 14 kecamatan dan 14 desa sebagai desa percontohan pengembangan ekonomi masyarakat. Tahun 2018 sudah ada 7 desa  yang sudah kami bantu dan sudah mulai berkembang seperti pengembangan lada, tenun ikat, kerajinan rotan, tanaman holtikultura, cabe, ternak lele, kerajinan kayu ulin, ikan keramba, kambing, dan padi sawah,” paparnya.

“Kami akan terus perkuat sampai kelompok dan jenis usaha tersebut bisa maju. Kami akan berikan bantuan dan pendampingan secara berkelanjutan. Setelah berhasil, kami akan bantu sampai proses sertifikasi halal nya juga,” terang Askiman.

Zulkarnaen Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan menyampaikan bahwa pihaknya sudah bantu satu desa yakni Desa Solam Raya di tahun 2018 yang sudah maju dan mandiri. “Di tahun 2019 kami bantu dua desa di Ulak Jaya dan Nanga Tempunak,” ungkapnya. 

Sudirman Kadis Perindagkop dan UKM menyampaikan tahun 2018 yang lalu membantu dua desa yakni di Mentajoi dengan pengrain rotan dan Ensaid Panjang dengan pengrajin tenun ikat.

“Kami membina pengrajin tenun ikat yang sekarang sudah bisa memasarkan tenun ikat secara online dan kami berikan pelatihan khusus bagi mereka. Silakan masyarakat dimana saja berada untuk memesan dan membeli hasil kerajinan tenun ikat ini secara online sehingga kami yakin bahwa tenun ikat ini akan terus berkembang,” pesannya.

Arif Setyabudi Kepala Seksi Pengembangan dan Produksi Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang menyampaikan sudah memprogramkan diversifikasi usaha masyarakat.

“Kami mendorong peningkatan produktivitas dengan memberikan bantuan bibit unggul. Kemudian kami juga akan memberikan pembinaan untuk peningkatan kualitasnya. Kami sudah memberikan pendampingan beberapa sentra penghasil kopi dan lada sebagai percontohan” terang  Arif Setyabudi

Sri Rosmawati Sekretaris Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menyampaikan ada peluang produk unggulan Sintang untuk menjual produknya ke luar Sintang dengan bermitra dengan pihak ketiga yang mulai dirintis melalui organisasi Lingkar Temu Kabupaten Lestari. Tentu untuk bisa melakukan ini harus memenuhi syarat tertentu, kualitas dan kuantitas memang harus dipenuhi. 

Yustinus Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan  bahwa Sanggar Kegiatan Belajar bisa membantu memberikan pelatihan dan kursus bagi para pengrajin pada desa yang sudah memiliki produk unggulan sehingga sumber daya manusia semakin baik. SKB yang di Sungai Ukoi yang kami miliki sudah memenuhi standar, kita akan dorong  untuk jemput bola memberikan pelatihan dan  kursus kepada para pengrajin.

Astiana Tandisau salah satu tenaga pendamping P2EMAS menyampaikan bahwa tahun 2018 ada 7 desa yang sudah dibantu dana dan pendampingan langsung dan tahun 2019 ini 7 desa tersebut dilanjutkan bantuannya dan ada tambahan 7 desa lagi yang baru mulai dibantu dan kita bina. “Karena 14 desa ini desa percontohan, maka desa lain di Sintang silakan belajar dengan desa yang sudah kita bantu tersebut,” terang Astiana Tandisau.

Dalam dialog interaktif tersebut, ada tiga pendengar RRI Sintang yang menelpon dan berdialog dengan Wakil Bupati Sintang yakni Hj. Ngatiyem di Nangab Jetak mengeluhkan harga karet yang memang sudah lama turun. Didi dari Sungai Tebelian juga menyampaikan keluhan soal harga karet dan sawit. Dan Amir dari Sintang yang menanyakan pengembangan potensi lada di perbatasan.