Melawi  

Kluisen Tak Maju Lagi, DAD Melawi Bersiap Pilih Ketua Baru Periode 2026–2031

Ketua Panitia Musdad IV Melawi 2026, Hermanto, S.Sos., M.A.P.

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Dewan Adat Dayak (Musdad) ke-IV tahun 2026 untuk memilih kepengurusan baru periode 2026–2031.

Musdad IV menjadi momentum penting bagi organisasi adat tersebut untuk melakukan konsolidasi internal, mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2021–2026, sekaligus meregenerasi kepemimpinan guna memperkuat peran DAD dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat adat Dayak di Kabupaten Melawi.

Ketua Panitia Musdad IV Melawi 2026, Hermanto, S.Sos., M.A.P., mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda organisasi untuk mengakhiri masa kepengurusan periode 2021–2026 dan memilih pengurus baru untuk periode lima tahun berikutnya.

Menurut Hermanto, persiapan pelaksanaan Musdad IV saat ini hampir rampung. Panitia tinggal menunggu konfirmasi jadwal pelaksanaan dari DAD Provinsi Kalimantan Barat.
“Kami tinggal menunggu hari pelaksanaan dari DAD Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Hermanto, Selasa (20/10/2026).

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah agenda utama dalam Musdad IV, di antaranya penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus DAD Melawi periode 2021–2026 serta sidang pleno untuk memilih kepengurusan periode 2026–2031.

Selain menjadi forum pertanggungjawaban organisasi, Musdad juga diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh unsur DAD untuk menyatukan pandangan mengenai arah kebijakan dan program kerja organisasi ke depan.

“Semoga pelaksanaannya lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Melawi,” ujarnya.

Terkait proses pemilihan ketua, Hermanto menjelaskan bahwa figur calon Ketua DAD Melawi periode 2026–2031 akan diusulkan oleh DAD tingkat kecamatan.

Adapun unsur pemilih melibatkan 11 DAD kecamatan, dengan masing-masing satu orang perwakilan. Selain itu, terdapat masing-masing satu orang perwakilan dari DAD Melawi dan DAD Kalimantan Barat. Dengan komposisi tersebut, terdapat 13 suara dalam proses pemilihan.

Hermanto berharap seluruh tahapan Musdad IV dapat berlangsung tertib, lancar, dan sesuai dengan mekanisme organisasi. Ia juga berharap forum tersebut menghasilkan kepengurusan yang lebih solid, berintegritas, serta mampu memperkuat peran DAD sebagai lembaga adat dan mitra strategis pemerintah daerah.

Musdad IV Melawi mengusung tema “Konsolidasi dan Regenerasi Kepemimpinan Demi Kemajuan Masyarakat Adat Dayak Melawi”, dengan subtema “Melalui Musdad Memperkuat Persatuan dan Membangun Regenerasi Kepemimpinan yang Berintegritas Demi Kemajuan Masyarakat Adat Dayak Melawi.”

Tema tersebut menempatkan persatuan, regenerasi, dan integritas sebagai landasan pergantian kepemimpinan organisasi.

Namun, keberhasilan Musdad tidak hanya ditentukan oleh terpilihnya ketua baru. Proses yang transparan, bebas dari tekanan, serta menjunjung tinggi integritas akan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap DAD Melawi.

Ketua DAD Melawi periode 2021–2026, Kluisen, menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan kepengurusan mendatang. Keputusan tersebut, menurutnya, merupakan kesempatan bagi putra-putri terbaik daerah untuk berkompetisi dan melanjutkan kepemimpinan organisasi.

Kluisen berharap proses pemilihan dalam Musdad IV berlangsung secara sehat, demokratis, serta bebas dari intervensi pihak mana pun maupun praktik politik uang.

“Bertarunglah yang sehat dan pilih yang terbaik sehingga organisasi ini nantinya semakin besar dan dapat membantu atau berkontribusi pemikiran dalam pembangunan daerah,” ujar Kluisen, Selasa (20/10/2026).

Ia menegaskan, kepemimpinan DAD ke depan harus mampu memperkuat organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat adat dan pembangunan daerah. Karena itu, proses pemilihan diharapkan benar-benar mengedepankan integritas, kapasitas, serta komitmen calon terhadap kepentingan masyarakat Dayak.

“Proses regenerasi diharapkan tidak sekadar menghasilkan ketua baru, tetapi juga melahirkan kepengurusan yang memiliki legitimasi kuat dan mampu menjaga marwah lembaga adat,” pungkas mantan Wakil Bupati Melawi itu.

Dengan tidak majunya Kluisen sebagai calon ketua, Musdad IV menjadi kesempatan bagi figur-figur baru untuk menawarkan gagasan, memperkuat konsolidasi antarkecamatan, serta merumuskan program yang berpihak pada kepentingan masyarakat adat Dayak.