MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, memasuki babak akhir. Panitia Seleksi (Pansel) telah menetapkan tiga kandidat terbaik berdasarkan akumulasi nilai seluruh tahapan seleksi.
Ketiga nama tersebut kini berada di tangan Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, yang akan menentukan satu figur untuk menduduki jabatan tertinggi dalam struktur karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi.
Berdasarkan hasil akhir seleksi, Moh. Syaiful Khair menempati peringkat pertama dengan nilai 89,19. Posisi kedua ditempati Yussenno dengan nilai 87,94, disusul Silvani Umran di peringkat ketiga dengan nilai 87,72.
Penetapan tiga besar ini menjadi tahapan penting dalam proses pergantian Sekda Melawi menyusul berakhirnya masa tugas Sekda sebelumnya, Paulus, yang memasuki purna tugas per 1 November 2026.
Meski telah mengantongi peringkat berdasarkan hasil seleksi, posisi teratas dalam penilaian tidak serta-merta menjamin seorang kandidat akan ditetapkan sebagai Sekda definitif. Keputusan akhir berada pada kewenangan Bupati dengan tetap mengacu pada ketentuan dan mekanisme pengangkatan JPT Pratama.
Kondisi tersebut sekaligus menempatkan Bupati pada posisi strategis untuk menentukan arah kepemimpinan birokrasi Melawi ke depan. Pada akhirnya, kualitas kepemimpinan Sekda akan turut menentukan seberapa efektif roda pemerintahan Kabupaten Melawi berjalan.
Publik tentu berharap keputusan yang diambil tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan subjektif, tetapi benar-benar memperhatikan rekam jejak, kompetensi, integritas, serta hasil penilaian seleksi secara objektif.
Tahapan berikutnya mencakup pemenuhan rekomendasi dan persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku sebelum pejabat terpilih dilantik secara resmi. Karena itu, keputusan Bupati dalam menentukan satu dari tiga kandidat tersebut menjadi perhatian penting.
Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, menegaskan bahwa siapa pun figur yang nantinya dipercaya menduduki jabatan Sekda harus mampu mewakili aspirasi serta memimpin seluruh ASN di lingkungan Pemkab Melawi secara profesional.
Menurutnya, Sekda bukan sekadar jabatan administratif, melainkan posisi strategis yang menjadi motor penggerak penyelenggaraan pemerintahan dan koordinasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Jabatan Sekda merupakan posisi karier tertinggi bagi seorang ASN. Karena itu, figur yang terpilih dituntut tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga mampu mengayomi seluruh jajaran pegawai,” ujar Dadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat kegiatan pelepasan kontingen Kabupaten Melawi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2026, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Jumat (30/10/2026).
Pergantian Sekda menjadi momentum penting bagi Pemkab Melawi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan. Tantangan birokrasi ke depan tidak ringan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, efektivitas penggunaan anggaran, percepatan pembangunan, hingga penguatan koordinasi antar-OPD.
Sekda terpilih nantinya dituntut mampu menjembatani kebijakan kepala daerah dengan pelaksanaan program di setiap perangkat daerah. Lebih dari itu, Sekda harus memiliki keberanian membangun disiplin birokrasi, memastikan program berjalan sesuai target, serta mendorong ASN bekerja berdasarkan kompetensi dan tanggung jawab.
Masyarakat tentu menaruh harapan agar proses yang telah melalui tahapan seleksi terbuka menghasilkan pemimpin birokrasi yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki kapasitas, integritas, dan keberpihakan terhadap kepentingan publik.












