MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH — Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi terus memperkuat pemantauan terhadap perkembangan penyakit di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta paparan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) hingga minggu ke-34 tahun 2026, tercatat 117 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Melawi.
Kepala Dinas Kesehatan Melawi, Arif Santoso, menyampaikan dalam lima pekan terakhir, mulai minggu ke-30 hingga minggu ke-34, jumlah laporan kasus ISPA mencapai 635 kasus. Pada periode yang sama, kasus diare akut tercatat sebanyak 245 kasus.
“Meskipun data tersebut belum secara otomatis menunjukkan bahwa seluruh kasus ISPA disebabkan oleh paparan asap Karhutla, peningkatan gangguan kesehatan pernapasan di tengah kondisi udara yang terdampak asap menjadi perhatian dalam upaya kewaspadaan kesehatan masyarakat,” ujar Arif, Rabu (2/9/2026).
Selanjutnya, Arif menerangkan pada minggu ke-34, laporan kasus ISPA terbanyak berasal dari Puskesmas Nanga Pinoh dengan 38 kasus, kemudian Puskesmas Ella Hilir sebanyak 28 kasus dan Puskesmas Tiong Keranjik sebanyak 13 kasus. Sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan lainnya juga melaporkan kasus ISPA pada periode tersebut.
“Jika ditinjau sejak minggu pertama hingga minggu ke-34 tahun 2026, perkembangan kasus ISPA akut menunjukkan pola yang berfluktuasi. Kasus ISPA bahkan sempat mencapai 147 kasus pada minggu ke-31, sebelum berada pada angka 117 kasus pada minggu ke-34,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri mengingat Kabupaten Melawi sedang menghadapi ancaman Karhutla dan kabut asap. Paparan asap dapat mengganggu kualitas udara dan berpotensi memperburuk keluhan pada saluran pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.
“Karena itu, pemantauan melalui SKDR menjadi bagian penting dalam mendeteksi kecenderungan penyakit secara lebih dini. Data yang dihimpun dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah pencegahan dan penanganan apabila terjadi peningkatan kasus.
Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi udara terdampak asap Karhutla.
“Masyarakat diimbau menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan atau gejala penyakit,” pungkasnya.












