Melawi  

Kadin Melawi : Dampak Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, Kini Material Galian C Ikut Melonjak

Indra Fahrudi

MELAWINEWS.COM, Melawi – Kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, terutama jenis Dexlite, mulai berdampak nyata pada sektor riil di Kabupaten Melawi. Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Melawi, Indra Fahrudi menyoroti mulai merangkaknya harga bahan galian C serta biaya jasa angkutan di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga material dasar seperti batu dan pasir mulai mengalami kenaikan. Hal ini dipicu oleh tingginya biaya operasional pengiriman yang sangat bergantung pada konsumsi BBM non-subsidi.

Indra Fahrudi menjelaskan bahwa dampak ini tidak hanya berhenti pada harga material, tetapi juga akan merembet pada sektor ketenagakerjaan.

“Kenaikan harga material dan biaya hidup akibat penyesuaian harga BBM ini nantinya akan berimbas pada hitungan upah tenaga kerja. Kita harus mengantisipasi ini agar proyek-proyek pembangunan dan aktivitas ekonomi tetap berjalan stabil,” ungkap Indra.

Selain itu, sektor pendukung lainnya seperti pengusaha rental alat berat, jasa ekspedisi, dan angkutan logistik mulai menaikkan tarif operasional. Mengingat sebagian besar mesin industri dan angkutan berat mengonsumsi Dexlite yang naik nyaris 80 persen sehingga tekanan beban biaya ini juga diprediksi akan menyentuh sektor perkebunan dan pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Melawi.

Menyikapi kondisi tersebut, Indra secara tegas menghimbau para pemangku kebijakan dan dinas terkait di lingkungan Pemkab Melawi untuk segera melakukan monitoring secara intensif di pasar dan penyedia jasa.

“Kami meminta dinas terkait untuk memonitor kenaikan harga yang ada saat ini. Perlu adanya langkah koordinasi agar harga-harga di lapangan bisa diseragamkan dan tidak terjadi lonjakan harga yang terlalu tinggi atau liar,” tegasnya.

Langkah monitoring ini dinilai krusial untuk mencegah praktik spekulasi yang dapat merugikan masyarakat luas serta memastikan daya saing pelaku usaha lokal tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global