Melawi  

Wanita di Nanga Pinoh Alami Luka Bagian Leher Terjerat Tali Layangan di Jembatan Melawi 1

Terlihat jelas bekas luka di leher korban seorang wanita bernama Devi Lestari akibat tergores tali layangan di Jembatan Melawi 1

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Insiden membahayakan terjadi di area Jembatan Melawi 1 Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh, Melawi.

Seorang pengendara motor mengalami luka di bagian leher setelah terjerat tali layangan yang melintang di jembatan, pada Selasa (9/9/2025) malam.

Kejadian ini pun viral setelah diunggah melalui video di media sosial grup WhatsApp, dengan menuai banyak reaksi komentar keprihatinan.

Dalam video berdurasi kurang 1 menit tersebut, terlihat jelas bekas luka di leher korban seorang wanita bernama Devi Lestari akibat tergores tali layangan.

Usai insiden itu, korban melaporkan ke Polsek Nanga Pinoh, berharap tidak ada lagi korban yang sama kedepan.

Kondisi ini menunjukkan potensi bahaya dari tali layangan yang bisa menyebabkan cedera serius hingga mematikan bagi pengendara sepeda motor maupun masyarakat yang sedan bersepeda dan berjalan kaki saat melewati jembatan.

Namun hingga kini, belum terlihat upaya konkret yang benar-benar mencegah hal ini bisa berulang.

Musim layangan yang biasanya jadi ajang hiburan anak-anak dan remaja di lokasi itu, kini berubah menjadi ancaman serius di jalanan, terlebih ketika tali layangan dibiarkan melintang tanpa pengawasan.

Menyikapi peristiwa tersebut, satu warga Sidomulyo, Hambali, meminta anak-anak lebih berhati-hati. Jangan sampai layangan putus dibiarkan melintang, karena membahayakan pengguna jalan.

Hambali menyebut, dikawasan Jembatan Melawi 1 memang kerap menjadi ajang aktivitas bermain layangan semakin ramai setiap sore. Tak jarang, anak-anak berlarian mengejar layangan putus hingga menyeberangi jalan.

Hambali berharap ada aksi nyata dari pemerintah daerah, pemerintah desa dan aparat keamanan untuk mencegah bermain layangan ditempat umum ini, bukan lagi sekadar imbauan yang hanya terdengar ketika sudah ada korban.

“Insiden ini seharusnya menjadi peringatan keras, bukan sekadar konten viral sesaat,” ujar Hambali, Selasa (9/9/2025) malam.