Gas Melon Langka, Harga Tembus Rp 35.000/Tabung, Ada Apa?

oleh
Ikustrasi gas melon 3 Kg habis

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Pasokan tabung gas melon (LPG 3 Kg) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, kembali terjadi kelangkaan.

Susahnya mendapatkan LPG 3 Kg bersubsidi untuk warga miskin ini dikeluhkan oleh berbagai masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga maupun para pedagang.

Warga di Kabupaten Melawi, khususnya di Kota Nanga Pinoh pun mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kg tersebut, yang sudah berlangsung lama.

Kelangkaan ini pun semakin dirasakan warga jelang Hari Raya Idul Adha hingga saat ini. Kondisi itu membuat warga, khususnya pengecer dan emak-emak menjerit.

Ironisnya lagi, sebagian konsumen rela bolak balik ke beberapa tempat, baik kios maupun agen penjual gas demi mendapatkan satu tabung gas saja walaupun dengan harga selangit.

Kesulitan gas LPG 3 kg itu juga sudah mulai dirasakan di beberapa wilayah lainnya. Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab kelangkaan gas tersebut.

Akibat kelangka gas ini, harga bersubsidi tersebut melangbung hingga mencapai Rp 35.000 per tabung di warung-warung sekitar pemukiman warga. Biasanya, jika pasokan gas ini normal, harga di tingkat pengecer dikisaran Rp 21.000-Rp 22.000 per tabung.

“Gas melon 3 kg langka, di tingkat agen maupun pengecer kosong, ada apa?. Kalaupun ada di tingkat pengecer, harganya dipatok dari 31.000 hingga Rp 35.000 per tabung,” aku Andriana, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh, kepada media ini, Sabtu (25/7/2020).

Ia berharap kepada pemerintah dan instansi terkait untuk menelusuri penyebab kelangkaan gas 3 kg tersebut. Menurut dia, gas elpiji merupakan kebutuhan pokok masyarakat untuk keperluan masak setiap hari.

Kelangkaan ini juga dikeluhkan pemilik kios gas 3 kg di Sidomulyo bernama Ameng. “Kasihan ibu-ibu, jauh-jauh
sambil membawa gas kosong nggak tahunya pada kosong,” ungkap Ameng.