Pilkades Melawi Direncanakan Agustus 2020

oleh

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Melawi, Kalimantan Barat, yang sebelumnya terjadwal digelar pada 20 April 2020 lalu ditunda lantaran masa darurat wabah virus corona (Covid-19).

Penundaan tersebut hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Meski demikian, jika situasi dan kondisi terkait pandemi Covid-19 sudah membaik, Pilkades akan digelar sebelum pelaksanaan Pilkada Melawi 2020 yang rencananya di helat bulan Desember 2020 mendatang.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Bina Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Melawi, Adrianus Metro Thino, Senin (11/5) dikantornya.

Thino memastikan, bahwa pesta demokrasi Pilkades serentak di Melawi tetap terlaksana, akan dijadwalkan sebelum pelaksanaan Pilkada Melawi.

Intinya, tutur Thino, Pilkades akan dilaksanakan sebelum gelaran Pilkada Melawi. Dia berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir dan Pilkades bisa dilaksanakan secepatnya.

“Kita rencanakan Pilkades Serentak dilaksanakan bulan Agustus 2020, tapi itu masih rencana. Artinya, sesuai dengan skenario penanganan pada status tanggap darura Covid-19 hingga 30 Mei 2020,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Thino, soal hari H pelaksanaan pemungutan suara hingga kini memang belum di jadwalkan, sebab belum melakukan rapat dengan berbagai pihak untuk mengambil keputusan.

Namun, lanjutnya, sebelum pandemi Covid-19 berbagai tahapan Pilkades Serentak memang sudah hampir final, bahkan tinggal menyelenggarakan Pilkades.

Dijelaskan, segala kebutuhan untuk pelaksanaan Pilkades ini sudah siap, atara lain surat suara, surat undangan pemilih, baliho per desa serta kelengkapan lainnya yang dibutuhkan.

Thino memperkirakan, jika dapat dilaksanakan Agustus 2020 mendatang, warga tentu masih dalam kondisi waspada. Sehingga, kemungkinan masih melaksanakan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 seperti menggunakan masker.

Ia menambahkan, sebanyak 464 Calon Kepala Desa (Cakades) akan bertarung di Pilkades ini. Para Cakades tersebut, bersaing untuk memperebutkan posisi Kades di 111 desa tersebar di 11 kecamatan pada 410 Tempat Pemungutan Suara (TPS).