MELAWINEWS.COM, MELAWI – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, meninjau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan 56 pintu rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Nanga Pinoh, Dusun Niaga Karya, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kamis (29/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Anggota DPRD Melawi, camat, serta tokoh masyarakat.
Selain melihat kondisi kawasan yang terbakar, Bupati juga berdialog dengan para korban untuk mengetahui dampak musibah sekaligus memastikan langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) dini hari itu menghanguskan 56 pintu ruko hingga rata dengan tanah. Bangunan yang terbakar sebelumnya digunakan untuk berbagai aktivitas usaha sekaligus tempat tinggal, mulai dari warung kopi, rumah makan, gudang, hingga usaha perdagangan lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, penyebab kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Saat peninjauan berlangsung, personel pemadam kebakaran bersama instansi terkait masih melakukan upaya pendinginan untuk memastikan kondisi lokasi aman setelah kebakaran.
Bupati Dadi Sunarya menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa para pedagang dan warga tersebut.
Menurutnya, kawasan yang terbakar merupakan area padat pertokoan dan permukiman sehingga dampak kebakaran dirasakan langsung oleh masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas perdagangan di kawasan itu.
Ia menginstruksikan agar para korban yang mengalami gangguan kesehatan segera mendapatkan pelayanan medis di puskesmas maupun RSUD Melawi. Biaya pengobatan bagi korban yang terdampak tersebut akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Mudah-mudahan para korban segera pulih kembali dan dapat beraktivitas seperti biasa. Ini merupakan kebakaran kedua terbesar di tahun 2026,” ujar Dadi di sela-sela peninjauan.
Selain penanganan kesehatan, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap pemulihan kondisi para korban, terutama menyangkut dokumen kepemilikan, surat-surat penting, serta pendataan kembali lokasi bangunan yang terbakar.
Terkait status lahan di kawasan kebakaran, Bupati menjelaskan bahwa sebagian besar lahan diketahui berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM).
Namun, kebakaran yang meluluhlantakkan bangunan turut menghanguskan berbagai dokumen penting milik warga. Karena itu, diperlukan pendataan ulang untuk membantu para korban memperoleh kembali dokumen serta informasi mengenai kepemilikan dan lokasi bangunan mereka.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi bersama Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Melawi telah membuka posko untuk memfasilitasi pendataan surat-menyurat dan pembuatan sketsa ulang lokasi ruko maupun tempat tinggal warga yang terbakar.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu korban menelusuri kembali data kepemilikan dan mempermudah proses pengurusan dokumen yang hilang akibat kebakaran.
Di sela-sela kunjungan, Bupati juga menyerahkan secara simbolis bantuan beras sebanyak tiga ton kepada para korban. Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial Melawi sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.
Sementara itu, Ketua MABT Melawi, Taufik, mengapresiasi respons pemerintah daerah yang turun langsung meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyalurkan bantuan kepada para korban.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah yang pada sore hari ini telah datang langsung mengunjungi lokasi dan memberikan bantuan beras tiga ton. Ini sangat meringankan beban para korban,” ungkap Taufik.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan kemudahan kepada para korban dalam membangun kembali rumah dan tempat usaha mereka yang musnah terbakar. Kemudahan juga diharapkan diberikan dalam proses pengurusan kembali dokumen kepemilikan yang ikut hangus.
Menurutnya, pemulihan pascakebakaran tidak hanya berkaitan dengan bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha dan tempat tinggal warga. Dukungan lintas sektor diperlukan agar para korban dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara bertahap.
Taufik turut menyoroti pentingnya penambahan fasilitas pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran serupa di masa mendatang.
“Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dinilai penting, terutama untuk menjangkau kawasan pasar yang padat bangunan dan memiliki aktivitas ekonomi tinggi,” ujar Taufik.












