MELAWINEWA.COM, NANGA PINOH — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.
Partai berlambang banteng moncong putih itu menggelar aksi sosial dengan membagikan ribuan masker dan vitamin secara gratis kepada masyarakat serta pengguna jalan di kawasan Tugu Juang Apang Semangai Kota Nanga Pinoh, Jumat (4/9/2026).
Aksi tersebut dipusatkan di kawasan yang menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat. Pembagian masker dilakukan sebagai langkah membantu warga mengurangi risiko paparan asap, khususnya bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Melawi, Matius Rindau, mengatakan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tidak cukup diwujudkan melalui imbauan. Menurutnya, kondisi kabut asap membutuhkan kehadiran dan langkah konkret di lapangan.
“Kami membagikan ribuan masker dan vitamin gratis kepada warga dan pengguna jalan di Kota Nanga Pinoh. Pembagian masker turut dibantu pengurus PDI Perjuangan Kabupaten Melawi dan Fraksi di DPRD Melawi,” ujar Rindau.
Ia mengatakan penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan partikel asap ketika berada di ruang terbuka.
Menurut Rindau, masyarakat masih harus menjalankan berbagai aktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap. Karena itu, kesadaran untuk menggunakan alat pelindung diri perlu terus ditingkatkan.
“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat. Masker yang kami bagikan memang sederhana, tetapi mudah-mudahan dapat membantu warga melindungi diri saat beraktivitas di luar rumah,” sebutnya.
Wakil Ketua DPRD Melawi tersebut juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, menjaga pola hidup sehat, serta disiplin menggunakan masker untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Rindau menilai persoalan karhutla tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan ketika api telah muncul. Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan pencegahan dan kesiapsiagaan sejak awal musim kemarau.
Ia mendorong pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah pencegahan, pengawasan serta penanganan karhutla agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.
“Kita berharap penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Pencegahan harus diperkuat sejak awal, karena dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, kabut asap bukan hanya persoalan jarak pandang atau terganggunya aktivitas masyarakat. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan warga dan mengganggu berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi.
“Karena itu, aksi pembagian masker dan vitamin tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosial sesaat, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong penanganan karhutla yang lebih preventif, terukur dan berkelanjutan,” pungkasnya.
