Melawi  

Peduli Dampak Kabut Asap, Penyuluh Agama KUA Nanga Pinoh Bagikan Masker kepada Warga

Penyuluh agama bagikan Masker Gratis ke Santri

Melawinews.com, Nanga Pinoh – Kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nanga Pinoh, Saparwandi.

Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi, Saparwandi turun langsung ke daerah binaannya untuk membagikan masker kepada masyarakat. Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sekaligus upaya sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap akibat karhutla.

Pembagian masker dilakukan dengan menyasar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Selain membagikan masker, Saparwandi juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas ketika kualitas udara sedang kurang baik.

Menurutnya, kondisi udara akibat kabut asap perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan.

“Masker ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak kondisi udara akibat karhutla. Semoga dapat membantu warga dalam mengurangi paparan asap saat beraktivitas,” ujar Saparwandi.

Masker yang dibagikan tersebut merupakan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi. Bantuan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mendukung aksi kepedulian di wilayah binaan Penyuluh Agama Islam KUA Nanga Pinoh.

Saparwandi mengatakan, peran penyuluh agama tidak hanya berkaitan dengan pembinaan keagamaan, tetapi juga dapat hadir dalam berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan yang dapat memperburuk kondisi kabut asap.

“Semoga kondisi ini segera membaik dan hujan segera turun, sehingga api dapat dipadamkan dan udara kembali bersih,” harapnya.

Aksi pembagian masker tersebut menjadi bentuk sederhana dari kehadiran Penyuluh Agama di tengah masyarakat. Di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi, kepedulian sekecil apa pun diharapkan dapat memberikan manfaat dan menguatkan masyarakat dalam menghadapi dampak kabut asap.