Melawi  

Pemkab Melawi Dorong Satu Komando dan Satu Data Penanganan Karhutla

Rapat Sinergitas Penanganan Karhutla di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Melawi terus menjadi perhatian. Hingga 26 Agustus 2026, BPBD Melawi mencatat 28 laporan/penanganan Karhutla, sekitar 2.364 titik panas, dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 1.539,35 hektare.

Kondisi tersebut diperparah cuaca kering. Suhu maksimum tercatat 35,8 derajat Celsius, curah hujan 0 mm, dan Melawi telah mengalami 55 hari tanpa hujan. Kondisi ini membuat vegetasi, perkebunan, lahan terlantar dan kawasan gambut semakin mudah terbakar.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Melawi bersama Tim Satgas Karhutla Mabes TNI, Polri dan lintas sektor memperkuat sinergi pencegahan dan penanganan Karhutla. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Sinergitas Penanganan Karhutla di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Jumat (28/8/2026).

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, menegaskan penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu instansi. Ia meminta seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa hingga masyarakat serta dunia usaha, memperkuat pencegahan dan deteksi dini.

“Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak. Ketika ditemukan titik api atau indikasi kebakaran, harus segera dilakukan pengecekan dan penanganan secara cepat, tepat, terpadu dan terkoordinasi,” tegasnya.

Bupati berharap penguatan sinergi lintas sektor tersebut menghasilkan langkah nyata, terutama di desa dan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Karhutla Mabes TNI Brigjen TNI Luqman Arif mendorong perubahan pola penanganan dari yang berorientasi pada pemadaman menjadi pencegahan dari hulu hingga hilir.

“Edukasi masyarakat, pengawasan, pelibatan aparatur desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta peningkatan kesiapsiagaan perusahaan dinilai penting untuk mencegah api meluas,” ujarnya.

BPBD Melawi juga mengarahkan strategi penanganan pada pencegahan berbasis desa melalui patroli dini, laporan cepat dan pemadaman awal.

Strategi ini diperkuat dengan konsep satu komando dan satu data, penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), kesiapan perusahaan serta edukasi masyarakat.

Karhutla tercatat berdampak pada delapan kecamatan, yakni Nanga Pinoh, Belimbing, Belimbing Hulu, Ella Hilir, Pinoh Selatan, Tanah Pinoh, Pinoh Utara dan Sayan.