MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH- Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Melawi digelar di Aula PGRI Melawi, Kamis (14/5). Kegiatan tersebut berlangsung penuh kekeluargaan dan dihadiri pengurus BKMT, anggota majelis taklim, tokoh perempuan, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai wilayah di Kabupaten Melawi.
Musda secara resmi dibuka oleh Dewan Penasehat BKMT Melawi, Raisya Sarbina Dadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta Musda dan berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar serta menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlangsungan organisasi.
“Selamat melaksanakan Musda ke-V BKMT Kabupaten Melawi. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin memperkuat peran BKMT di tengah masyarakat,” ujarnya.
Namun dalam sambutannya, Raisya juga memberikan isyarat agar kepemimpinan lama tetap dipertahankan. Menurutnya, sosok Ketua BKMT Melawi saat ini dinilai masih memiliki kapasitas dan pengalaman dalam memimpin organisasi keagamaan tersebut.
Selain itu, ia menilai keberadaan Hj. Kartika Sari Astuti yang juga merupakan anggota legislatif menjadi nilai tambah tersendiri bagi organisasi, terutama dalam memperjuangkan berbagai program dan kegiatan BKMT ke depan.
“Kalau melihat kapasitas dan pengalaman, tentu masih layak dipertahankan. Apalagi beliau juga berada di legislatif, sehingga bisa membantu memperjuangkan kepentingan organisasi,” ungkapnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta Musda.
Sementara itu, Ketua BKMT Kabupaten Melawi, Hj. Kartika Sari Astuti, menyampaikan harapannya agar Musda kali ini juga menjadi momentum pengkaderan di tubuh organisasi. Ia mengaku telah cukup lama mengemban amanah sebagai ketua BKMT Melawi dan berharap mulai muncul generasi penerus yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan.
“Kita tentu berharap ada pengkaderan. Organisasi ini harus terus berjalan dan tidak bergantung pada satu orang saja. Harus ada yang siap melanjutkan,” katanya.
Kartika juga mengungkapkan bahwa memimpin organisasi keagamaan bukanlah perkara mudah. Banyak pengorbanan yang harus dilakukan, baik dari segi waktu, tenaga, maupun materi demi menjaga keberlangsungan kegiatan BKMT.
“Menjadi ketua BKMT itu memang berat. Karena ini organisasi sosial dan keagamaan, jadi kadang kita harus banyak berkorban, baik waktu maupun materi pribadi,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengaku bersyukur karena selama ini BKMT Melawi tetap solid dan mendapat dukungan dari para pengurus serta anggota majelis taklim di berbagai kecamatan. Ia berharap kekompakan tersebut tetap terjaga agar BKMT terus memberi manfaat bagi masyarakat dan umat.












