Praktek Open BO Terbongkar Gara-gara Pil KB, Dua Pria Hidung Belang dan Dua Mucikari Diamankan Polres Melawi

oleh -842 views
Wakapolres Melawi, Kompol Asmadi, pimpin giat press releas

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Praktek prostitusi dengan melakukan Open BO (Booking Online) di Melawi berhasil terungkap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Melawi. Siapa sangka praktek yang disebut-sebut mulai marak di Melawi bahkan melibatkan remaja putri yang masih dibawah umur.

Hal ini terungkap dalam press rilis yang digelar depan Mapolres Melawi, Jumat (25/2). Wakapolres Melawi, Kompol Asmadi menerangkan selama Januari dan Februari, Polres Melawi melakukan pengungkapan kasus yang menonjol Yaitu, prostitusi dan persetubuhan anak dibawah umur.

“Januari 2022, Satreskrim Polres Melawi berhasil mengungkap prostitusi dengan korban anak dibawah umur. Dari pengungkapan kasus diamankan empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Diantaranya A (20) sebagai mucikari. RE (15) mucikari, RK 26 pembeli dan D(32) sebagai pembeli,” ujarnya.

Empat tersangka ini pun meringkuk dalam tahanan Polres Melawi. Satu tersangka yang tak lain adalah teman korban sendiri turut disangkakan sebagai mucikari karena menawarkan korban ke pria hidung belang.

“Tindak pidana prostitusi dilakukan dengan modus operandi menawarkan korban melalui aplikasi WhatsApp dan bertemu korban di penginapan/hotel. Tarif 500 ribu satu kali main,” papar Asmadi

Untuk tersangka A dan RE, ujar Wakapolres dikenakan UU Perlindungan Anak. Begitu RK dan D dikenakan undang-undang serupa tapi dengan pasal persetubuhan anak dibawah umur.

Bagaimana kasus ini bisa terungkap, dipaparkan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP I Ketut Agus Pasek Sudina. Ia memaparkan, kasus ini diketahui setelah orang tua korban melapor ke polisi.

“Jadi pada 30 Desember, ibu korban menemukan pil KB di saku baju anaknya (sebut saja Melati). Yang mana setelah ditemukan Pil KB, anak ini pergi meninggalkan rumah. Orang tuanya sempat melakukan pencarian dan baru ditemukan pada 10 Januari di sebuah kos-kosan di Nanga Pinoh,” paparnya.

Setelah orang tua mendapati anaknya, yang bersangkutan langsung membawanya ke Polsek. Disana korban menyebut bahwa dirinya telah disetubuhi oleh tersangka D sebanyak 1 ( satu ) kali.

“Mendengar apa yang di sampaikan oleh anak kemudian orang tua melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian guna proses lebih lanjut,” paparnya.

Dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Melati ini di ketahui bahwa yang bersangkutan memberi jasa Open BO kepada D dan RK di waktu dan tempat berbeda melalui perantara RE dan A dan di laporkan ke Polres Melawi pada tanggal 17 Januari 2022.