Pedagang Pasar Kuliner Khawatir Direlokasi ke Tempat Tak Strategis

oleh -541 views
Audiensi paguyuban pedagang kuliner dengan Bupati Melawi terkait rencana relokasi pasar kuliner

MELAWINEWS.COM, Melawi – Pedagang yang berjualan di Pasar Kuliner Lapangan Kecamatan menjadi pihak yang terdampak langsung bila Pemkab mengalihfungsikan lokasi pasar menjadi masjid. Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kuliner Lapangan Kecamatan pun telah beraudiensi dengan Bupati Melawi terkait rencana relokasi mereka ke lokasi baru.

Dalam surat pernyataan yang disampaikan perwakilan pedagang ke Pemkab Melawi disebutkan memang wacana ini memunculkan pro kontra bagi pedagang. kendati demikian, mreka tetap setuju dan mendukung rencana Pemkab untuk mengembangkan ibukota Nanga Pinoh.

Penasehat Paguyuban Pedagang Kuliner, Satim dalam audiensi ini meminta agar dalam proses relokasi pasar kuliner ini tetap memperhatikan nasib kelangsungan hidup 45 pedagang dengan sekitar 200 tenaga kerja dan 300 tanggungan keluarga. Hal ini terkait dengan lokasi pasar yang baru yang dianggap tidak memberikan harapan untuk jangka waktu yang panjang.

“Kami memohon pada Pemkab Melawi, agar bersedia merelokasi di lokasi yang kami harapkan yakni di lapangan eks kantor bupati Melawi di Jalan Kramat Raya atau lapangan samping Tugu Pahlawan atau belakang eks kantor Disdukcapil atau di kedua lokasi bila memang jumlah stan tak mencukupi di salah satu lokasi,” harapnya.

Para pedagang mengkhawatirkan, apabila lokasi baru pasar kuliner tidak memungkinkan para pedagang untuk bertahan dalam usahanya, ada kemungkinan nantiya mereka akan kembali berjualan di sepanjang jalan strategis di Kota Nanga Pinoh, yang berarti ketertiban yang selama tujuh tahun sudah tertata baik akan kembali seperti dulu sebelum pedagang di relokasi ke pasar Kuliner.

Bupati Melawi, Dadi Sunarya dalam audiensi bersama Paguyuban Pedagang Kuliner mengungkapkan Masjid Agung baru ini akan dibangun di lapangan kecamatan dan direncanakan akan dimulai pembangunannya pada April tahun ini. Namun, sebelum menggusur lokasi tersebut, Pemkab akan terlebih dahulu menyiapkan tempat pedagang kuliner yang direlokasi ke tiga lokasi alternatif.

“Ada 3 Lokasi, pertama Stadion Raden tumenggung, kemudian Stadion MTQ Kenual, dan eks. Kantor Bupati. Setelah sepakat dimana, maka kita akan segera bangun. Paling lambat awal bulan dua ini sudah dibangun, karena bulan empat kita akan segera bangun masjid disana (Area Kuliner),” ungkapnya.