Jalan Provinsi Kota Baru-Sokan Rusak Parah, Warga Tagih Janji Kampanye Gubernur Sutarmidji

oleh -16 views
Satu titik ruas jalan provinsi Kota Baru-Sokan mengalami kerusakan berat berlumpur dan berlubang

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Masa kepemimpinan Sutarmidji dan Ria Norsan sebagai Gubernur Kalimantan Barat periode 2018-2023, sudah memasuki ke tiga tahun.

Sebagai pengingat, saat kampanye pada tahun 2017, khususnya di Kabupaten Melawi ada sejumlah janji-janjinya yang disampaikan ke masyarakat.

Kala itu, selama melakukan kampanye untuk menarik perhatian warga Kabupaten Melawi, tentu tidak sedikit janji-janji yang pernah dilontarkan oleh Sutarmidji dan Ria Norsan, diantaranya pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan, hingga peningkatan infrastruktur jalan.

Satu janji yang disampaikan kepada masyarakat saat kampanye di Kecamatan Tanah Pinoh, dan Sokan adalah menghitamkan atau mengaspal Jalan Provinsi Sayan-Kota Baru-Sokan, namun hingga kini tebar janji tersebut belum terealisasi. Kondisi ruas jalan di sejumlah titik pun kini kian hancur lebur, berlubang dan berlumpur.

Masyarakat Melawi, khususnya warga Kecamatan Sayan, Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat dan Kecamatan Sokan merasa terganggu dengan kondisi jalan poros yang rusak parah juga mempertanyakan janji Sutarmidji-Ria Norsan ketika berkampanye di wilayah itu.

Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Sokan, Sahbandi, mengatakan, masyarakat menuntut janji Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat saat berkampanye yang ingin mengaspal jalan poros Sayan-Kota Baru-Sokan. Namun hingga memasuki ke tiga tahun masa jabatannya sebagai gubernur dan wakil gubernur, jalan poros ini belum juga di aspal.

“Saat ini kami menagih janji itu, kami meminta Sutarmidji-Ria Norsan memenuhi janjinya untuk mengaspal jalan provinsi ini mulai dari Sayan hingga Sokan. Kami sengsara menghadapi ruas jalan yang semakin rusak parah ini,” keluh Sahbandi, Senin (5/4).

Sahbandi mengungkapkab, kondisi jalan provinsi saat ini sangat membahayakan pengguna jalan. Sebab, badan jalan di beberapa titik bagaikan kubangan kerbau berlumpur dan berlubang.

Diakuinya, kerusakan jalan tersebut menghambat roda perekonomian masyarakat desa. Sebab, tranportasi terganggu yang mempersulit warga melintas.