Hindari Corona, Perayaan Tahun Baru Imlek di Melawi Ditiadakan

oleh
Ilustrasi atraksi Tatung saat perayaan tahun baru Imlek di Melawi

MELAWINEWS.COM, MELAWI -Serangkaian acara yang berpotensi mengumpulkan massa pada perayaan Tahun Baru Imlek 2572 tahun 2021 di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ditiadakan.

Perayaan Tahun Baru Imlek 2572 yang jatuh pada 12 Februari 2021 mendatang akan berbeda dari tahun sebelum-sebelumnya. Tahun ini, perayaan Imlek diimbau untuk dilakukan di rumah saja, seperti yang sudah diputuskan Majelis Adat Budaya Tionghua (MABT) Melawi.

Pertimbangan MABT Melawi meniadakan perayaan Imlek 2572, karena situasi pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

“Ya, berdasarkan hasil rapat kecil panitia perayaan Imlek 2572, kami memutuskan tidak mengadakan perayaan Imlek hinga Cap Go Meh pada tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ketua MABT Melawi, Taufik, Senin (18/1).

Menurut Taufik, dengan situasi seperti sekarang yang melarang adanya kerumunan massa untuk mencegah penyebaran Covid-19 membuat pihaknya tidak bisa menggelar serangkaian acara yang berpotensi mengumpulkan massa seperti pawai, pertunjukan Barongsai, atraksi Tatung, Naga, Bazar dan hiburan-hiburan lainnya, hingga festival lampion yang biasanya menghiasi rumah dan jalan-jalan di Kota Nanga Pinoh.

“Kami meniadakan perayaan Imlek 2021 ini dengan mempertimbangkan berbagai hal, utamanya kesehatan masyarakat dari pandemi Covid-19. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh dirayakan meriah dengan beberapa kegiatan,” tegas Taufik, Wakil Ketua DPRD Melawi itu.

Taufik meminta kepada warga untuk tetap mengisi kegiatan dalam bentuk ibadah dan ritual keagamaan lainnya di klenteng.

Meski demikian, kata Taufik, walaupun budaya perayaan Imlek tahun ini disambut dengan sederhana, namun tidak mengurangi makna dari tradisi Imlek itu sendiri.

Ia pun berharap kepada Satgas Covid-19 Melawi dan pihak keamanan, saat pergantian tahun baru nanti warga diperbolehkan untuk menyalakan atau membunyikan mercon, karena warga Tionghua menganggap menyalakan atau membunyikan mercon saat pergantian tahun adalah tradisi sakral.

“Nanti kami akan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Melawi dan pihak keamanan, apakah diperbolehkan,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Melawi itu.

Ditambahkan, Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berkomitmen bersama menerapkan protokol kesehatan untuk melewati pandemi.