Banjir Besar Kepung Nanga Pinoh, Waspada Debit Air Terus Naik

oleh
Banjir komplek pasar pantai

MELAWINEWS.COM, Melawi – Banjir besar melanda Nanga Pinoh, Minggu (13/9). Banjir ini diperkirakan akan semakin dalam dan meluas mengingat debit air masih terus bertambah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Syafarudin mengungkapkan banjir terjadi karena intensitas hujan yang begitu tinggi dalam sepekan terakhir. Bahkan kali ini bisa dikatakan banjir merata terjadi hampir di seluruh kecamatan di Melawi.

“Laporan resmi banjir belum seluruhnya masuk. tapi yang pasti banjir terjadi hampir merata,” katanya.

Syafar bahkan mengungkapkan banjir di Nanga Pinoh lebih parah ketimbang banjir besar yang sempat melanda pada pertengah Juli lalu. Saat ini debit air masih terus mengalami kenaikan.

“Kami meminta seluruh warga waspada karena debit sungai dari Sungai Pinoh dan Melawi masih terus naik,” katanya.

Peninjauan Banjir oleh PJ Sekda dan BPBD bersama Forkopimcam Nanga Pinoh di Desa Tanjung Lay

BPBD sendiri, kata Syafarudin telah melakukan peninjauan bersama PJ Sekda Melawi, Linda Purnama, Minggu Siang. Dalam kesempatan tersebut BPBD turut menyalurkan bantuan pada korban banjir di Desa Tanjung Lay, Kecamatan Nanga Pinoh bersama sejumlah organisasi

“Rumah warga Tanjung Lai yang terendam sebanyak 70 kk. 48 kk di dusun durian tanjung mengungsi di rumah keluarga dan 22 kk dusun batu penyeberang mengunsi di mesjid dengan total 300 jiwa terdampak,” katanya.

Jumlah korban banjir sendiri belum diketahui. Namun dengan luasnya banjir yang terjadi mulai dari kecamatan Sokan, Tanah Pinoh, Sayan, Pinoh Selatan, Pinoh Utara, Nanga Pinoh, Ella Hilir, Menukung hingga Belimbing setidaknya lebih dari ribuan rumah terdampak.

Dari peninjauan BPBD bersama Polsek Nanga Pinoh dan Koramil, direncanakan akan dibentuk dapur umum di sejumlah desa terdampak banjir seperti Desa Paal, Tanjung Niaga, Tanjung Lay dan Tembawang Panjang.

Sementara, warga Desa Paal, Yogi mengungkapkan air mengalami kenaikan sangat tinggi pada Minggu pagi sampai siang. Saat ini, air bahkan sudah merendam bagian dalam rumah hingga selutut.

Kondisi dalam rumah penduduk di Desa Paal

“Banjir lebih parah dari Juli kemarin. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, ini yang terbesar. Hanya kami sementara belum mengungsi. Barang sudah dipindahkan ke lantai dua,” katanya.