Mencekam! Jalan Provinsi Nanga Pinoh-Sokan Retak, Pengendara Wajib Waspada

oleh
Satu titik badan jalan di ruas jalan provinsi wilayah Kecamatan Sayan mengalami keretakan khawatir longsor

MELAWINEWS.COM, SAYAN – Akibat diguyur hujan deras selama dua minggu terakhir, ruas Jalan Provinsi Nanga Pinoh-Sokan, Kabupaten Melawi, ada badan jalan mengalami keretakan.

Warga khawatir, retakan jalan tersebut bisa memicu longsor. Terlebih jalan penghubung kecamatan itu menjadi jalan utama dari Kecamatan Nanga Pinoh ke wilayah Kecamatan Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat dan Sokan.

Keretakan badan jalan tersebut terjadi dibeberapa titik wilayah ruas jalan Kecamatan Sayan. Jika tidak segera diperbaiki, maka dikhawatirkan badan jalan yang retak belasan meter ini akan amblas atau longsor.

Salah satu warga Desa Nanga Sayan, Kecamatan Sayan, M. Ridwan Saidy, mengatakan apa bila diguyur hujan deras kembali, kemungkinan besar badan jalan akan rawan ambrol, lantaran badan jalan sudah mulai mengalami penurunan.

Ridwan menuturkan, akibat badan jalan mengalami keretakan ini, para pengguna jalan, utamanya pengendara motor dan mobil merasa khawatir tertimpa musibah saat melintas.

“Kita sebagai pengguna jalan yang melintas di lokasi keretakan badan jalan sangat membahayakan keselamatan. Kita berharap instansi terkait dari Provinsi Kalbar segera memperbaikinya,” kata Ridwan, Senin (20/7/2020).

Kondisi saat ini, lanjut Ridwan, kendaraan baik motor maupun mobil terpaksa tetap melintasi jalan yang retak tersebut, meski ancaman resikonya sangat tinggi, lantaran hanya satu-satunya akses darat.

“Khawatir terjadi longsor hingga menghabiskan badan jalan, resikonya jalan ini akan putus total tidak bisa dilalui lagi kendaraan,” ujarnya.

Ridwan berharap, Pemprov Kalbar khususnya instansi terkait, karena status jalan ini merupakan milik Pemprov, segera mengecek lokasi retakan jalan dan menanganinya untuk mencegah hal buruk terjadi.

“Kami berharap kerusakan jalan ini segera ditangani dan diperbaiki. Jika dibiarkan, maka khawatir keretakan ini akan mengancam keselamatan pengendara dan warga sekitar. Saya harap, Pemprov melalui dinas terkait dapat segera menindaklanjuti,” tandas Ridwan.