Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Posko Kotabaru Tetap Operasional

oleh
Kepala Puskesmas Kotabaru, Ahmad Darmawan membagikan masker pada masyarakat sebagai upaya pencegahan Pandemi Corona

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Berbeda dengan langkah Pemkab Melawi yang menutup posko perbatasan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Tanah Pinoh tetap mengoperasikan posko Covid-19 yang dibangun di Polsek Kotabaru. Posko ini akan terus berlanjut mengingat belum ada tanda-tanda kasus Covid-19 menurun.

Kepala Puskesmas Kotabaru, Ahmad Darmawan, Selasa (2/6) mengungkapkan operasional posko hingga kini masih terus berjalan.

“Posko kami tetap aman buka selama kasus Corona ini tidak ada penurunan,” ujarnya.

Wawan, sapaan akrabnya melanjutkan keterbatasan yang saat ini dihadapi oleh jajaran petugas di gugus tugas kecamatan Tanah Pinoh tidak menurunkan semangat mereka untuk tetap mendirikan posko.

“Sehingga dengan adanya posko ini kami tetap bisa menyaring para pemudik yang datang dari zona merah,” ujarnya.

Kata Wawan,sampai saat ini rata rata ada 200 sampai 300 an orang yang dijaring masuk ke Kotabaru atau ke daerah hulu Melawi. Mereka datang menggunakan motor dan mobil pribadi maupun perusahaan dan bus.

“Kami tetap bertahan karena kondisi sekarang belum bisa dikatakan aman karena masih banyak orang yang dari zona merah masih ngotot mudik ke Kotabaru atau Sokan. Tak cuma dari Kalbar, ada juga yang datang dari Kalteng,” katanya.

Padahal, saat ini, Pandemi Corona saat ini masih meningkat baik di Indonesia atau Melawi. Ditambah lagi kesadaran masyarakat atau oknum tertentu masih membandel.

“Kami didukung masyarakat dan tim relawan TWBM, polisi , Satpol PP dan perhubungan bersama Koramil di Kotabaru. Sehingga pelaksanaan operasional walau swadaya tetap bisa berjalan,” katanya.

Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan tim gugus tugas Tanah Pinoh yakni dengan membagikan masker pada masyarakat yang tidak menggunakan masker.

“Baik pemudik maupun masyarakat yang lalu lalang,” katanya.

Wawan mengakui, ditutupnya posko perbatasan di Batu Nanta memunculkan kecemasan bagi sebagian masyarakat atas penyebaran wabah yang mungkin akan semakin marak karena tidak adanya lagi kontrol orang yang akan masuk ke Melawi. Sebelumnya saat posko perbatasan masih beroperasi berapa orang pemudik dari Pontianak bahkan ada yang mengurungkan niatnya untuk Mudik ke Kotabaru.

“Tapi setelah mendengar posko ditutup menjadi kesempatan mereka datang masuk ke Melawi,” katanya.

Wawan pun menyatakan seluruh pihak bersepakat lebih baik mencegah daripada kasus bertambah parah. Ia juga berharap agar kedepan setiap kecamatan bisa membuat posko untuk meminimalisir penyebaran Covid di tiap kecamatan.

“Kami juga akan menggelar rapat bersama forkopimcam terkait tempat karantina khusus bila ada kasus di Tanah Pinoh. Rencananya akan menggunakan bangunan Puskesmas lama,” pungkasnya.