Kerumunan Massa Saksikan Perang Mercon Dibubarkan dengan Water Canon

oleh

MELAWINEWS.COM, Melawi – Tradisi perang mercon yang kerap menjadi daya tarik masyarakat Nanga Pinoh, Melawi, membuat jembatan Sungai Pinoh dipadati massa di hari pertama Idul Fitri, Minggu (24/5).

Namun, kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19, membuat Polisi mengambil langkah tegas dengan membubarkan kerumunan menggunakan mobil Water Canon.

Dalam video yang diunggah di sejumlah media sosial, terlihat sejumlah anggota kepolisian terlebih dahulu mengimbau seluruh warga yang masih memadati area jembatan Sungai Pinoh untuk membubarkan diri. Namun, banyak diantaranya yang justru tetap bertahan karena ingin menyaksikan atau bahkan terlibat dalam perang mercon ini.

Polres Melawi sendiri telah berupaya melakukan pencegahan yang dimulai dengan pengaturan arus lalu lintas di dua sisi jembatan Sungai Pinoh yang terganggu akibat kerumunan warga.

Akhirnya Polisi pun membubarkan massa dengan menyemprot desinfektan menggunakan Water Canon yang dikawal mobil patroli di sepanjang jembatan yang dipenuhi massa yang sebagian besar adalah anak muda.

Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi dikonfirmasi melawinews menerangkan aksi yang dilakukan jajarannya merupakan salah satu upaya mencegah penularan dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Melawi.

“Sesuai dengan maklumat Kapolri bahwasanya di tengah wabah Covid-19 ini masyarakat diminta atau diimbau untuk tidak berkerumun,” ujarnya.

Tris menegaskan, pihaknya terlebih dahulu memberikan imbauan agar massa tak berkumpul dalam tradisi perang mercon pada tahun ini mengingat penyebaran Covid-19 saat ini sudah semakin meluas, termasuk di Melawi yang sudah ada kasus konfirmasi positif.

“Apa yang kita lakukan semata-mata agar jangan sampai terjadi penularan yang massif karena berkumpulnya orang di satu tempat yang sangat banyak di masa pandai ini. Kita harapkan masyarakat bijak untuk menerapkan sosial distancing dan tetap berada dirumah saja,” katanya.

Tris juga menegaskan aksi ini sebagai upaya pihak kepolisian menjalankan protokol kesehatan yang juga melarang orang berkumpul dengan jumlah yang banyak.