Dihantam Corona, Pasar Tradisional Sepi Konsumen

oleh
Efek penyebaran wabah virus corona, pembeli di pasar tradisional Nanga Pinoh tampak sepi

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Wabah virus corona (Covid-19) membuat ekonomi masyarakat semakin terasa berat.

Salah satunya dirasakan oleh para pedagang dilingkungan pasar tradisional di Jalan Markasan, Nanga Pinoh, Melawi.

Pantauan MelawiNews.Com, Selasa (28/4), pasar tradisional tersebut tak seramai hari-hari biasanya, sebelum dampak pandemik wabah Covid-19.

Pasar tradisional yang menjual berbagai kebutuhan pokok keperluan rumah tangga sehari-hari itu kini sepi dikunjungi konsumen berkaitan dengan mewabahnya Covid-19.

Satu pedagang nasi di pasar tradisional itu, Albijani, mengakui, sejak ada imbauan pemerintah kepada warga agar dirumah isolasi mandiri, pasar tersebut mengalami penurunan drastis kunjungan pembeli.

“Setelah adanya antisipasi penyebaran penularan Covid-19 dan imbauan pemerintah tidak melakukan aktivitas di tempat keramaian, kunjungan warga ke pasar ini terus mengalami penurunan,” kata Albijani, Selasa (28/4).

Menurut Albijani, walaupun operasional pasar tetap normal setiap harinya terlebih memasuki bulan Ramadhan ini, tingkat kunjungan pembeli mengalami penurunan signifikan.

Kalau masalah harga barang di pasar, kata Albijani, masih normal-normal saja, belum ada kenaikan signifikan.

“Terlihat sepi, mungkin saja para pengunjungnya merasa takut dan khawatir dengan ancaman Covid-19,” kata Albijani.

Ia menuturkan, dampak dari penyebaran wabah Covid-19 mematikan itu, memang sangat berpengaruh pada ekonomi masyarakat, khususnya yang dialami para pedagang di pasar-pasar.

Ia pun mengaku sangat merasakan dampak dari penyebaran virus corona tersebut, sebab, sebelum memasuki bulan puasa, sangat jarang orang yang makan ke warungnya, karena suasana pasar lengang.

“Kita tetap berdoa dan ikhtiar saja, supaya wabah virus ganas yang melanda dunia ini segera berakhir,” tandasnya.