Aksi Massa Lakukan Penjarahan Dibubarkan Aparat Gabungan

oleh
Simulasi Aksi massa yang membuat kericuhan serta berkeinginan untuk menjarah swalayan dibubarkan aparat kepolisian dan TNI
MELAWINEWS.COM, Melawi – Ekonomi masyarakat yang semakin terjepit akibat wabah Covid-19 memicu terjadinya aksi penjarahan di sejumlah titik. Akibatnya massa mulai bertindak nekat, termasuk menjarah sejumlah swalayan dan toko di pasar.
Aparat keamanan pun bertindak tegas, selain memperketat penjagaan di sejumlah titik, aparat pun langsung menghalau sejumlah oknum yang berupaya menjarah swalayan dan toko. Aparat kepolisian bersama TNI membubarkan massa yang terkonsentrasi di beberapa titik ini.
Aksi ini sendiri menjadi salah satu bagian dari skenario simulasi pengamanan kota yang digelar Polres Melawi, Sabtu (4/4). Skenario pengamanan digelar langsung di lapangan, mulai dari Posko Penanganan Covid-19 di Eks Puskesmas Nanga Pinoh, dekat Stadion Eks MTQ, swalayan Mitra Buana serta terakhir di Kantor Bupati.
Selain Polres Melawi, aparat yang terlibat yakni Kompi Senapan A Yonif 642 Kapuas, Satpol PP hingga Damkar. Polres menurunkan kekuatan penuh termasuk dalmas hingga water Canon.
Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi menerangkan simulasi pengamanan kota ini menjadi upaya antisipasi pihak keamanan dengan kemungkinan terburuk. Dimana dengan situasi wabah Covid-19 saat ini ditakutkan terjadinya peningkatan angka kriminalitas.
“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan maka digelar simulasi Sispam Kota. Simulasi ini juga untuk memberikan pengetahuan atau mengingat kan kembali apa yang harus dilakukan bila ada peningkatan eskalasi keamanan,” jelasnya.
Polisi, lanjut Tris telah membuat tiga skenario terkait kondisi Kamtibmas disaat Covid-19. Mulai dari skenario aman atau masih berstatus hijau, kemudian kuning yang menandakan kenaikan ekskalasi sedang hingga yang terparah yang ditandai dengan warna merah.
“Dan itu  kita akan simulasikan semua hari ini. Termasuk yang paling parah,” ujarnya.
Tris juga mengungkapkan dirinya  pernah  menyampaikan dalam  rapat dengan pemerintah daerah dan itu juga dihadiri oleh stakeholder terkait tiga skenario antisipasi terkait dengan perkembangan situasi kamtibmas.
“Simulasi ini menjadi bentuk kesiapan kita bersama. Karenanya kita  kenapa  juga mengundang  di dalam pelaksanaannya ada  TNI ada Satpol-PP sehingga  pemerintah maupun swasta kita libatkan sehingga mengerti apa apa yang harus dilakukan dan kepada siapa bertanggung jawab dan kepada siap juga melaporkan bila ada peningkatan kondisi gangguan Kamtibmas,” katanya.
Saat ini, kata Kapolres, Melawi memang masih dalam kondisi aman dan masih dalam status hijau. Namun dengan kondisi sosial masyarakat saat ini dan masih mewabahnya Covid-19, dirinya meminta masyarakat jangan menganggap enteng. Segala antisipasi perlu dilakukan dan dipersiapkan sedini mungkin, termasuk bila harus dilakukan nantinya dengan kemungkinan menutup akses keluar masuk Melawi bila kondisi situasi semakin memburuk.