ABK Motor Air Terjatuh ke Sungai, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

oleh
Lokasi lanting di Sungai Melawi tempat korban jatuh dan tenggelam

MELAWINEWS.COM, Melawi – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) motor air pengangkut sembako ke Serawai terjatuh di dekat muara Sungai Pinoh dan tenggelam didekat sebuah lanting di Nanga Pinoh. Rabu (26/2) siang. Hingga kini, ABK yang bernama Jamlang (26) masih dalam proses pencairan oleh warga dan petugas gabungan.

Kronologis yang didapat Melawinews ABK tenggelam yang biasa disapa Dadang merupakan warga Desa Bagori Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang. Dadang, biasa ia disapa menjadi ABK motor air pengangkut sembako tujuan serawai yang memang sudah sepekan bersandar di Nanga Pinoh.

Sebelumnya, Korban bersama dua rekannya awalnya akan mendorong lanting, karena air sungai Melawi mengalami pasang. Namun, mengingat kondisi korban kurang sehat, akhirnya ia tak ikut mendorong lanting dan hanya mengikat tali saja.

Ketika rekan yang lainnya mendorong lanting dari tepi pantai, tiba-tiba mereka mendengar ada suara orang tercebur kesungai dan melihat korban sudah tidak ada, kemudian rekannya langsung memberitahu kepada warga sekitar untuk bersama sama melakukan pencaharian.

Menurut Hasan (36) pemilik motor air, saat kejadian dia sedang tidak berada ditempat. Namun ia mendapat telpon dari rekannya mengatakan kalau Dadang jatuh kesungai dan tidak timbul-timbul. Menurutnya Dadang sudah hampir satu tahun ikut bekerja, dan Dadang diketahui pandai berenang.

” Awal kejadianya saya tidak ditempat, saya tahunya ditelpon kawan, sudah seminggu ini kami disini menunggu muatan sembako yang akan dibawa ke Serawai, padahal Dadang pandai berenang,” ungkapnya.

Pencarian korban saat ini masih terus dilakukan dengan cara menyelam menggunakan kompresor. Anggota kepolisian dari Polres Melawi serta Polsek Nanga Pinoh juga sudah tiba di TKP untuk ikut membantu pencarian korban. Namun sampai berita ini diturunkan, Dadang korban tenggelam masih belum ditemukan.

Kapolsek Nanga Pinoh, Iptu Markus mengungkapkan hingga pukul 17.30 WIB, korban belum juga ditemukan. Untuk membantu pencarian korban, Basarnas dari Sintang sudah meluncur ke Nanga Pinoh.

“Kita juga masih dalami soal riwayat sakit korban ini. Karena info yang kita ketahui, bahwa korban dalam keadaan tak sehat, tapi tak diketahui apa penyakitnya. Keluarganya juga masih kita cari, mengingat dia bekerja sebagai ABK,” paparnya.