Melawi  

Siapkan Lahan 10 Hektare, Bupati Dadi: Sekolah Rakyat Ditargetkan Dibangun 2027

Ilustrasi fasilitas gedung Sekolah Rakyat

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi terus mematangkan persiapan pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pembangunan fisik sekolah tersebut ditargetkan dapat dimulai pada 2027.

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, mengatakan sejumlah tahapan persiapan, terutama terkait kelengkapan administrasi dan dokumen pendukung, telah diselesaikan. Pemkab Melawi kini juga mulai menyiapkan kebutuhan anggaran untuk pematangan lahan pembangunan.

“Mudah-mudahan tahun depan Sekolah Rakyat dapat dibangun di Kabupaten Melawi,” ujar Dadi saat ditemui seusai melepas kontingen Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Melawi menuju tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 di Kota Singkawang, di Halaman Rumah Jabatan Bupati Melawi, Minggu (1/11/2026).

Dadi menjelaskan, dirinya bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kepala Dinas Sosial (Dinsos), serta Ketua DPRD Melawi telah melakukan pertemuan langsung dengan Wakil Menteri.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Dadi, pemerintah daerah menyampaikan perkembangan persiapan program sekaligus melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, seluruh kekurangan administrasi dan kelengkapan dokumen yang sebelumnya menjadi persyaratan telah dipenuhi. Dengan demikian, pemerintah daerah terus mempersiapkan aspek teknis agar pembangunan dapat direalisasikan sesuai target.

Lebih lanjut dikatakan Dadi, salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah menyiapkan anggaran untuk pematangan lahan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Anggaran tersebut direncanakan masuk dalam APBD Kabupaten Melawi 2027.

“Melalui Dinas PUPR, pematangan lahan dan lain sebagainya sudah kita alokasikan dan anggarkan dalam APBD tahun 2027,” ujarnya.

Untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan tersebut, Pemkab Melawi telah menyiapkan lahan hibah seluas 10 hektare yang berlokasi di Dusun Tahlut, Desa Semadin Lengkong, Kecamatan Nanga Pinoh. Lahan tersebut saat ini berada di bawah pengelolaan Dinsos.

Menurutnya, kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi menjadi salah satu aspek penting dalam tahapan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan secara menyeluruh.

Terkait sasaran penerima manfaat, Dadi menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di Kabupaten Melawi, sesuai dengan arahan Presiden.

Ia menjelaskan, program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan tanpa membebani keluarga peserta didik. Seluruh kebutuhan siswa nantinya akan ditanggung oleh negara, mulai dari pakaian, tempat tinggal hingga berbagai kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.

Selain pembiayaan kebutuhan siswa, Dadi juga menyebutkan adanya dukungan bantuan biaya dari pemerintah bagi orang tua murid setiap bulan. Namun, terkait besaran bantuan tersebut, pihaknya masih menunggu informasi dan ketentuan resmi dari pemerintah pusat.

Dadi berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat direalisasikan tahun 2027, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak tanpa terkendala keterbatasan ekonomi.

“Program ini juga diharapkan tidak hanya memperluas pemerataan akses pendidikan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Melawi,” pungkasnya.