MELAWINEWS.COM, MELAWI – Kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Hasil pengukuran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Melawi pada Selasa, 22 September 2026, mencatat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Pengukuran dilakukan pada pukul 08.02–08.25 WIB di tiga lokasi, yakni Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan; Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh; serta Desa Tiong Keranjik, Kecamatan Belimbing Hulu.
Di Desa Manggala, pengukuran pada pukul 08.02 WIB mencatat kondisi masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, kondisi yang lebih buruk terpantau di Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh. Pada pukul 08.10 WIB, hasil pengukuran tersebut dikategorikan berbahaya.
Kondisi serupa bahkan dengan angka lebih tinggi ditemukan di Desa Tiong Keranjik, Kecamatan Belimbing Hulu. Pengukuran pada pukul 08.25 WIB menunjukkan kualitas udara di wilayah ini juga masuk kategori berbahaya.
Dinkes Melawi menjelaskan bahwa pengukuran tersebut merupakan ISPU sesaat (instant) sehingga kondisi kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu.
Berdasarkan informasi dalam pengukuran tersebut, kualitas udara dengan kategori tidak sehat dapat menimbulkan sejumlah dampak kesehatan, seperti iritasi mata dan saluran pernapasan, batuk, sesak napas, serta memperparah penyakit jantung dan paru.
Pada kondisi kategori berbahaya, gangguan pernapasan dapat menjadi lebih serius, fungsi paru dapat menurun, serta risiko infeksi saluran napas meningkat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.
Dinkes juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama kelompok rentan, serta menggunakan masker yang sesuai seperti N95 atau KN95 ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi. Untuk kondisi di dalam rumah, penggunaan penyaring udara atau air purifier dapat dilakukan jika tersedia.
Selain itu, masyarakat diminta turut menjaga kualitas udara dengan mendukung penghijauan dan mengurangi sumber asap pembakaran.












