Melawi  

96 Hotspot Terdeteksi di Melawi, Belimbing Catat Titik Panas Tertinggi

Ilustrasi bencana Karhutla

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, masih perlu mendapat perhatian serius. Hingga 3 September 2026, tercatat sebanyak 96 titik panas (hotspot) tersebar di enam kecamatan dan 16 desa.

Data tersebut berdasarkan sebaran hotspot yang bersumber dari Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) dan diolah oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah, Satgas Karhutla, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa untuk terus memperkuat langkah pencegahan dan pemantauan di lapangan.

Kepala BPBD Melawi, Daniel, menerangkan dari enam kecamatan yang terpantau, Kecamatan Belimbing menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 28 titik.

Hotspot tersebut tersebar di lima desa, yaitu Desa Batu Nanta sebanyak 9 titik, Laman Bukit 8 titik, Nusa Kenyikap 5 titik, Sepan Tonak 3 titik, dan Upit 3 titik.

Posisi kedua ditempati Kecamatan Pinoh Utara dengan total 27 hotspot. Sebaran titik panas terdapat di Desa Sungai Pinang sebanyak 15 titik, Nanga Belimbing 9 titik, serta Sungai Raya 3 titik.

Sementara itu, Kecamatan Menukung berada di urutan ketiga dengan 23 hotspot, yang tersebar di Desa Nanga Siyai sebanyak 11 titik, Belaban Ella 8 titik, serta Nanga Mawang Mentatai 4 titik.

Adapun tiga kecamatan lainnya juga masih terpantau memiliki hotspot. Kecamatan Nanga Pinoh mencatat 8 titik di Desa Nanga Kayan. Kemudian Kecamatan Ella Hilir terdapat 7 hotspot, masing-masing di Desa Nyangggau 3 titik, Natai Compa 2 titik dan Sungai Mentoba 2 titik.

Sedangkan Kecamatan Pinoh Selatan tercatat memiliki 3 hotspot yang berada di Desa Pelinggang.

Lebih lanjut dikatakan, dengan jumlah mencapai 96 titik pada 3 September 2026, sebaran hotspot tersebut menjadi alarm agar upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Melawi terus diperkuat, terutama pada wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Belimbing, Pinoh Utara dan Menukung.

“Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan hotspot tidak hanya terkonsentrasi pada satu wilayah, tetapi telah tersebar di sejumlah kecamatan dan desa di Kabupaten Melawi,” ujar Daniel, Jumat (4/9/2026).

Daniel mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama kondisi cuaca kering. Pembukaan lahan dengan cara membakar serta aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran perlu dihindari.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum api meluas.

Ia menambahkan, hotspot merupakan indikasi titik panas yang terdeteksi oleh sistem satelit dan tidak otomatis berarti setiap titik merupakan karhutla. Karena itu, diperlukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.