Melawi  

Kualitas Udara Menurun, Dinkes dan TP PKK Melawi Bagikan Masker Gratis kepada Masyarakat

Kualitas udara menurun di musim kemarau, Dinkes Melawi bersama TP PKK Melawi membagikan masker gratis kepada masyarakat

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH — Mengantisipasi dampak menurunnya kualitas udara selama musim kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Melawi bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Melawi membagikan masker gratis kepada masyarakat.

Pembagian masker tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan paparan debu dan asap di udara.

Selain melindungi masyarakat dari paparan debu dan asap, kegiatan tersebut juga dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap meningkatnya risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kegiatan pembagian masker merupakan bagian dari aksi sosial dan kerja bakti yang digelar Gabungan Organisasi Kemasyarakatan (Gamas) Kabupaten Melawi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Aksi sosial dan kerja bakti tersebut dipusatkan di kawasan Tugu Juang 2, Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Rabu (12/8/2026).

Bagikan Masker Langsung kepada Pengendara dan Warga

Pembagian masker dilakukan langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, Arif Santoso, bersama jajaran. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, bersama jajaran.

Masker dibagikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Langkah tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan menggunakan pelindung pernapasan ketika beraktivitas di luar rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, Arif Santoso, mengatakan kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung membuat kualitas udara di sejumlah wilayah berpotensi menurun akibat meningkatnya debu dan asap.

“Tingginya debu dan kepulan asap di udara berpotensi memicu batuk, iritasi tenggorokan, hingga ISPA, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan,” ujar Arif Santoso saat ditemui ketika membagikan masker kepada warga di kawasan Tugu Juang Nanga Pinoh.

Menurutnya, penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan debu dan partikel di udara, khususnya ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Dinkes Melawi juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat diminta memperhatikan kondisi kesehatan, terutama jika mulai mengalami keluhan yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

“Jika mengalami keluhan pernapasan, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan dan tidak menunda penanganan,” pesannya.

Anak-anak, Ibu Hamil dan Lansia Perlu Lebih Waspada

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, mengatakan pembagian masker tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Melawi untuk menekan dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat menurunnya kualitas udara selama musim kemarau.

Menurut Raisya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena paparan asap dan debu dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok masyarakat yang lebih rentan.

“Paparan asap dan debu dalam waktu tertentu berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang paling rentan menyerang anak-anak, ibu hamil, dan lansia,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang muncul selama musim kemarau. Keluhan seperti batuk, pilek, maupun gejala lain yang mengarah pada ISPA sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Raisya juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah apabila mengalami gangguan kesehatan. “Jangan menunggu sampai kondisinya berat,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan pembagian masker tersebut tidak hanya menjadi aksi sosial sesaat, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga, terutama selama musim kemarau.

“Dengan meningkatnya kesadaran untuk menggunakan masker, menjaga kebersihan, membatasi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara kurang baik, serta segera memeriksakan diri ketika mengalami keluhan pernapasan, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu dan asap,” pungkas Raisya.