MELAWINEWS.COM, MELAWI – Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Melawi Tahun 2026 resmi dibuka di halaman Graha PGRI Melawi, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 700 guru dari 11 kecamatan tersebut menjadi ajang mempererat solidaritas sekaligus mengembangkan potensi dan profesionalisme tenaga pendidik.
Porsenijar tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Guru Sehat, Kreatif, Sportif, Profesional, dan Berbudaya Menuju Indonesia Maju”. Pembukaan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Melawi, Paulus, ditandai dengan pengguntingan pita dan defile peserta dari 11 PC PGRI Kecamatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus Kabupaten (PK) PGRI Melawi yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi, Yussenno, Ketua Komisi A DPRD Melawi, Widya Rima, serta sejumlah undangan lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Adir, dalam laporannya menyampaikan bahwa Porsenijar PGRI Melawi 2026 mempertandingkan 10 cabang yang terbagi dalam kategori olahraga, seni, dan praktik Pembelajaran Mendalam (PM).
Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Oktober 2026, dengan melibatkan perwakilan dari 11 Pengurus Cabang (PC) PGRI kecamatan di Kabupaten Melawi, memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu hingga piala.
Dari total cabang yang diperlombakan, enam di antaranya merupakan cabang olahraga, yakni badminton di GOR Unipol, Senam PGRI di Graha PGRI, tenis meja di SMA PGRI Nanga Pinoh, bola voli di Lapangan Disdikbud, serta futsal dan sepak takraw yang juga digelar di Lapangan Disdikbud.
Sementara itu, kategori seni dan praktik pembelajaran meliputi menyanyi solo, menari tunggal, dan melukis yang dipusatkan di Graha PGRI Melawi. Adapun lomba Praktik Pembelajaran Mendalam untuk semua jenjang pendidikan dilaksanakan di SMPN 1 Nanga Pinoh.
Adir menyebutkan, total peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai sekitar 700 guru. Kontingen PC PGRI Kecamatan Tanah Pinoh tercatat sebagai peserta terbanyak dengan mengirimkan 80 orang.
Ketua PK PGRI Melawi, Yussenno, menegaskan bahwa Porsenijar tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan wadah mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta membangun solidaritas dan rasa kekeluargaan di antara para guru.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, kedisiplinan, kebersamaan, dan persatuan.
Menurut Yussenno, Porsenijar tingkat kabupaten juga memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari persiapan dan seleksi kontingen yang akan mewakili Melawi pada Porsenijar tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kota Singkawang, pada 2–6 November 2026.
Ia berharap kontingen PGRI Melawi kembali mampu mempertahankan prestasi sebagai juara umum tingkat provinsi. Harapan tersebut didasarkan pada capaian sebelumnya, ketika PGRI Melawi berhasil meraih gelar juara umum selama dua tahun berturut-turut.
Karena itu, ia mendorong seluruh peserta memanfaatkan Porsenijar sebagai kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus meningkatkan kualitas diri sebagai tenaga pendidik.
Sekda Melawi, Paulus, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Porsenijar PGRI Melawi 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen PGRI bersama pemerintah dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Melawi.
Paulus menilai Porsenijar menjadi momentum positif untuk membangun hubungan yang lebih erat antarguru sekaligus mengembangkan potensi diri melalui kegiatan olahraga, seni, dan praktik pembelajaran.
“Momentum ini sangat baik untuk menjalin silaturahmi hingga membangun potensi diri para guru. Semoga pendidikan Melawi semakin berkembang,” ujar Paulus.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi dalam perlombaan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan profesionalisme guru dalam menjalankan tugas mendidik generasi penerus bangsa.
“Melalui Porsenijar 2026, PGRI Melawi diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang sehat, kreatif, sportif, dan kompeten, sekaligus mempersiapkan kontingen terbaik untuk bersaing pada tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” tutup Paulus.












