MELAWINEWS.COM, MELAWI – Dalam kunjungan kerja Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, ke Kabupaten Melawi, Pemkab Melawi menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur yang dinilai mendesak, salah satunya pembangunan jalan dua jalur sepanjang enam kilometer dari kawasan Rumah Jabatan Bupati Melawi menuju Kantor Bupati Melawi.
Proposal pembangunan prioritas itu diserahkan Wakil Bupati Melawi, Malin, kepada pemerintah pusat melalui Lasarus selaku Ketua Komisi V DPR RI.
Usulan tersebut berkaitan dengan kebutuhan penataan infrastruktur jalan di kawasan perkotaan Nanga Pinoh, terutama untuk mengurai kepadatan lalu lintas akibat meningkatnya volume kendaraan dan kondisi jalan yang relatif sempit.
Lasarus menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan jalan dua jalur membutuhkan kesiapan lahan yang memadai sebelum memasuki tahapan perencanaan teknis dan penganggaran.
“Kita tidak mungkin bisa mengerjakan jalan dua jalur jika lahannya sempit,” tegasnya.
Menurut Lasarus, penyediaan dan penyiapan lahan menjadi tanggung jawab penting pemerintah daerah. Hal ini mencakup kepastian ruang yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan serta penataan bangunan di sepanjang jalur yang direncanakan.
Dengan demikian, dukungan terhadap usulan pembangunan perlu diikuti langkah konkret di tingkat daerah, terutama dalam memastikan kesiapan lahan agar rencana tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Koordinasi dengan Balai Kementerian
Untuk mematangkan rencana pembangunan tersebut, Lasarus mendorong balai kementerian terkait agar berkoordinasi secara intensif dengan Pemkab Melawi.
Menurutnya, pertemuan bersama itu diperlukan untuk membahas kondisi eksisting jalan, kebutuhan ruang, kesiapan lahan, serta tahapan perencanaan yang harus dipenuhi sebelum anggaran pembangunan dialokasikan.
Dikatakan, kejelasan aspek teknis dan kesiapan daerah menjadi bagian penting dalam proses pengusulan infrastruktur kepada pemerintah pusat. Tanpa persiapan yang memadai, rencana pembangunan berpotensi menghadapi kendala saat memasuki tahap pelaksanaan.
Ia menegaskan, usulan pembangunan jalan dua jalur tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas infrastruktur perkotaan Nanga Pinoh.
“Namun, realisasinya tetap memerlukan tindak lanjut berupa pematangan perencanaan, kepastian lahan, koordinasi antar lembaga, dan dukungan anggaran sesuai mekanisme yang berlaku,” tutur Lasarus.
Dengan demikian, kunjungan kerja Lasarus tidak hanya menjadi ruang penyampaian usulan pembangunan, tetapi juga momentum bagi Pemkab Melawi untuk memastikan kesiapan administrasi, data harga satuan, dan aspek teknis agar program yang diajukan dapat diproses lebih lanjut.
