Melawi  

Asap Karhutla Masih Menyelimuti Melawi: Tanjung Niaga Tidak Sehat, Suka Maju Kategori Sedang

Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Melawi di tengah penanganan karhutla berdampak terhadap kualitas udara

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai berdampak terhadap kualitas udara.

Kondisi tersebut terlihat dari hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Melawi, Senin, 28 September 2026.

Pengukuran dilakukan untuk mengetahui kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sesaat, khususnya terkait konsentrasi partikulat PM2.5 dan PM10 yang menjadi salah satu perhatian dalam kondisi kabut asap.

Berdasarkan hasil pengukuran pada pukul 07.42 WIB di Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, tercatat konsentrasi menempatkan status ISPU sesaat di wilayah Tanjung Niaga pada kategori tidak sehat.

Sementara itu, pengukuran di Desa Suka Maju, Kecamatan Tanah Pinoh, pada pukul 08.20 WIB, status ISPU sesaat di lokasi tersebut berada pada kategori sedang. Masyarakat secara umum masih dapat menjalankan aktivitas dengan tetap menjaga kesehatan. Namun, kelompok rentan tetap diminta berhati-hati dan menggunakan masker apabila diperlukan.

Perbedaan hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara dapat berbeda antarwilayah dan berubah sesuai kondisi serta waktu pengukuran. Karena itu, masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara, terutama ketika kabut asap kembali pekat.

Dalam informasi yang disampaikan Dinkes Melawi, kondisi udara tidak sehat dapat menimbulkan sejumlah dampak kesehatan, terutama berupa iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan, batuk, pilek hingga sesak napas.

Paparan udara dengan tingkat pencemaran tersebut juga berpotensi memperburuk penyakit pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis.

Dinkes Melawi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih terjadi. Warga, khususnya kelompok rentan, dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.

Masyarakat juga disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, serta menghindari paparan asap secara langsung.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran, termasuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di tengah kondisi rawan karhutla.