MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Melawi, Selasa (8/9/2026).
Kunjungan yang dipusatkan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Bunda PAUD Provinsi, Bunda PAUD Kabupaten, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan pemerintah daerah dalam membangun generasi emas sejak usia dini.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi Emas Kabupaten Melawi dengan Menanamkan Anak Indonesia Hebat Sejak Dini”. Erlina diterima langsung Bunda PAUD Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, serta dihadiri perwakilan satuan PAUD, dewan guru, OPD, Forkopimda dan undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan bingkisan serta sesi interaktif antara Bunda PAUD Kalbar dan anak-anak. Dalam suasana yang santai dan menyenangkan, anak-anak diajak berkomunikasi, menjawab pertanyaan serta mengikuti kegiatan sederhana bersama Erlina.
Bunda PAUD Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, mengatakan kunjungan Bunda PAUD Provinsi bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi menjadi motivasi sekaligus penguatan bagi daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan PAUD.
Menurutnya, anak usia dini merupakan fondasi masa depan bangsa. Pada fase tersebut, karakter, kebiasaan, kecerdasan, kesehatan, kemampuan sosial hingga nilai-nilai kehidupan mulai dibentuk.
Karena itu, pendidikan anak usia dini tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Anak membutuhkan layanan yang menyentuh seluruh aspek kehidupannya melalui pendekatan PAUD Holistik Integratif.
“Dengan pendekatan ini, kita ingin memastikan bahwa setiap anak Kabupaten Melawi mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat, berkembang optimal, belajar dengan bahagia, merasa aman, serta memiliki karakter yang kuat,” ujar Raisya.
Ia menegaskan, membangun generasi berkualitas tidak dapat dilakukan pemerintah maupun sekolah secara sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi antara keluarga, satuan pendidikan, pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan.
Raisya juga menekankan pentingnya penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Menurutnya, tujuh kebiasaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan di lingkungan sekolah.
“Kebiasaan harus dimulai dari rumah, diperkuat di satuan PAUD dan didukung lingkungan masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh orang tua dan keluarga di Kabupaten Melawi menjadi teladan pertama dan utama bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, menegaskan pembangunan generasi emas harus dimulai dari lingkungan terdekat anak, terutama keluarga dan satuan pendidikan PAUD.
Ia mengatakan usia dini merupakan masa penting untuk membangun fondasi karakter dan kebiasaan positif. Karena itu, pendidikan anak harus dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan, penuh kasih sayang dan memberikan ruang bagi anak untuk berkembang sesuai tahap usianya.
“Anak-anak adalah generasi penerus kita. Apa yang kita tanamkan hari ini akan menjadi bekal mereka di masa depan. Karena itu, mari kita tanamkan kebiasaan baik sejak dini melalui keteladanan, bukan sekadar melalui perintah,” ujar Erlina.
Menurutnya, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus menjadi gerakan bersama yang diterapkan secara konsisten, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
“Guru memiliki peran penting, tetapi orang tua adalah pendidik pertama bagi anak. Kalau kebiasaan baik dibangun bersama di rumah dan sekolah, Insyaallah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, mandiri, disiplin, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama,” tutur Erlina.
Erlina juga mengingatkan pentingnya pemenuhan kebutuhan anak secara menyeluruh. Pendidikan harus berjalan seiring dengan pemenuhan gizi, kesehatan, perlindungan, pengasuhan dan lingkungan yang aman.
“Jangan sampai kita hanya mengejar anak bisa membaca dan berhitung, tetapi lupa memastikan mereka sehat, mendapatkan gizi yang baik, merasa aman, bahagia dan memiliki karakter. Inilah semangat PAUD Holistik Integratif,” tegasnya.
Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan penguatan program dan kolaborasi nyata untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kabupaten Melawi.
“Yang kita bangun hari ini bukan hanya kegiatan PAUD, tetapi masa depan anak-anak Kalimantan Barat. Mari kita bergerak bersama, karena membangun generasi emas tidak bisa dilakukan sendiri,” pungkas Erlina.
