MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Kali ini, kebakaran melanda kawasan hutan pinus di sekitar Dusun Mulung, Desa Semadin Lengkong, Kecamatan Nanga Pinoh.
Informasi tersebut disampaikan Lamsyah, relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Melawi.
Ia menyebutkan, luas area hutan pinus yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 2 hingga 3 hektare. Hingga Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, api dilaporkan masih menyala di sejumlah titik.
Menurut Lamsyah, sebelumnya kebakaran sempat berhasil dipadamkan. Namun, api kembali muncul pada Sabtu sekitar pukul 13.30 WIB.
“Sebelumnya api di sekitar lokasi sudah padam, namun kembali hidup pada Sabtu sekitar pukul 13.30 WIB,” ujar Lamsyah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena titik kebakaran berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga Dusun Mulung. Jika tidak segera dilakukan penanganan, api dikhawatirkan meluas dan bergerak ke arah rumah penduduk.
Lamsyah menegaskan, kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran semakin meluas.
Ia berharap masyarakat sekitar, relawan, maupun Satgas Karhutla Kabupaten Melawi dapat segera bergerak melakukan upaya pemadaman.
“Jika tidak segera ditanggulangi pemadaman, maka berpotensi kebakaran akan menyebar ke arah permukiman warga Dusun Mulung,” sebutnya.
Ia juga mengajak seluruh unsur yang memiliki kemampuan dan peralatan pemadaman untuk bersama-sama membantu menangani kebakaran tersebut.
Menurutnya, salah satu kendala utama di lapangan adalah lokasi kebakaran yang cukup jauh dari sumber air. Kondisi ini membuat proses pemadaman tidak mudah dan membutuhkan strategi serta peralatan alternatif.
“Area kebakaran jauh dari jangkauan sumber air, sehingga diupayakan teknis lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, ancaman meluasnya api sekaligus menunjukkan pentingnya respons cepat sebelum kebakaran memasuki kawasan permukiman dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Kebakaran yang kembali muncul tersebut menambah panjang persoalan Karhutla di Melawi yang tengah menghadapi kondisi kemarau dan kabut asap.
Hingga berita ini ditulis, api di kawasan hutan pinus Dusun Mulung dilaporkan masih menyala dan membutuhkan penanganan segera.
