Melawi  

Kualitas Udara Melawi Masuk Zona Berbahaya, Warga Diminta Waspada

Kondisi kualitas udara menjadi perhatian serius di tengah ancaman karhutla serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Melawi

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Kondisi kualitas udara di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, kembali mengkhawatirkan.

Hasil pengukuran yang tercantum dalam informasi kualitas udara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Melawi menunjukkan konsentrasi partikulat udara berada pada level yang dikategorikan berbahaya.

Pengukuran dilakukan pada 7 September 2026 pukul 17.30 WIB. Alat pengukur mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 253 µg/m³, sementara PM10 mencapai 658 µg/m³.

Dalam informasi tersebut, status kualitas udara ditampilkan sebagai “BERBAHAYA”. Sebagai pembanding, kategori ISPU Indonesia pada rentang 300–500 disebut berada dalam kategori berbahaya dan dapat menimbulkan dampak kesehatan serius pada populasi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Melawi.

Paparan partikulat dalam konsentrasi tinggi berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan tenggorokan, batuk, hingga sesak napas. Kondisi juga dapat memperburuk penyakit asma maupun gangguan paru-paru, terutama pada kelompok rentan.

Dinkes Melawi melalui informasi tersebut mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara tercemar. Warga yang harus keluar rumah dianjurkan menggunakan masker partikulat yang sesuai.

Masyarakat juga diminta menutup pintu dan jendela ketika udara luar tercemar serta menggunakan penyaring udara apabila tersedia.

Sementara kelompok rentan dianjurkan lebih banyak berada di dalam ruangan yang memiliki udara lebih bersih dan segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gejala kesehatan yang berat.

Exit mobile version