Melawi  

10 Program Pokok PKK Dievaluasi di Melawi, Erlina Ria Norsan Tekankan Program Harus Terintegrasi hingga Desa

Erlina Ria Norsan menyerahkan bantuan mesin jahit dan mesin obras kepada Raisya Sarbina Dadi dari Dekranasda Kalimantan Barat

MELAWINEWS.COM, MELAWI — Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Melawi, Selasa (8/9/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di tingkat kabupaten hingga kecamatan.

Kedatangan Erlina Ria Norsan bersama jajaran pengurus TP PKK Provinsi Kalimantan Barat disambut Ketua TP PKK Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, beserta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Melawi dan seluruh Ketua TP PKK kecamatan se-Kabupaten Melawi.

Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memperkuat koordinasi antara TP PKK Provinsi Kalimantan Barat dan TP PKK Kabupaten Melawi.

Selain monitoring dan evaluasi, kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan sejumlah program strategis yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Di antaranya operasi pasar, pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta sosialisasi transaksi digital menggunakan QRIS.

Sejumlah agenda lainnya juga dilaksanakan, seperti penyerahan bantuan dari Dekranasda dan TP Posyandu, penguatan peran Bunda PAUD, kampanye gemar makan ikan, serta kegiatan keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis untuk perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan mesin jahit dan mesin obras, sembako bagi pengrajin binaan Dekranasda Melawi, serta bantuan uang pembinaan bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Pada kegiatan tersebut, TP PKK Kabupaten Melawi memaparkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan melalui Pokja I hingga Pokja IV sepanjang 2026.

Ketua TP PKK Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian TP PKK Provinsi Kalimantan Barat terhadap pelaksanaan program PKK di Kabupaten Melawi.

“Kegiatan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkolaborasi dan meningkatkan peran TP PKK mulai dari tingkat desa hingga kabupaten,” ujar Raisya.

Menurutnya, proses monitoring dan evaluasi tidak hanya menjadi sarana penilaian, tetapi juga menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

“Kami berharap hasil evaluasi ini memberikan manfaat besar bagi TP PKK Kabupaten Melawi dalam meningkatkan kualitas program dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan 10 Program Pokok PKK berjalan selaras, terintegrasi dan berkelanjutan dari tingkat pusat hingga desa.

“Sepuluh program pokok PKK menjadi prioritas kami di tingkat provinsi. Karena itu, kami hadir di sini untuk menyelaraskan program-program tersebut agar dapat terintegrasi dari pusat sampai desa dan dilaksanakan secara maksimal,” kata Erlina.

Ia mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan TP PKK Kabupaten Melawi melalui empat kelompok kerja. Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan adanya komitmen dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.
Namun, Erlina menegaskan bahwa berbagai program yang sudah berjalan tetap perlu dievaluasi dan ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

“Tadi sudah dipaparkan berbagai inovasi dari setiap Pokja. Menurut saya, hal tersebut sangat menarik. Tentunya berbagai program yang sudah baik ini perlu terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Erlina juga meninjau berbagai produk unggulan Kabupaten Melawi yang dipamerkan. Produk tersebut terdiri dari beragam kerajinan tangan dan olahan khas daerah hasil binaan masyarakat dan pelaku UMKM.

Erlina mengaku terkesan dengan keberagaman produk lokal yang ditampilkan dalam satu wadah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.

“Berbagai hasil kerajinan tangan dan produk unggulan daerah dikumpulkan dalam satu tempat. Ini merupakan langkah yang sangat baik dalam mendukung pengembangan UMKM lokal,” ungkapnya.

Ia berharap potensi produk lokal Melawi tidak hanya berhenti pada kegiatan pameran, tetapi terus dikembangkan dari sisi kualitas produk, kemasan, legalitas, pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Erlina menambahkan, monitoring dan evaluasi TP PKK tahun 2026 dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.

Exit mobile version