Melawi  

FPBM dan Pemkab Melawi Gelar Diskusi Publik “BEPEKAT” untuk Perkuat Branding Daerah Berkelanjutan

Diskusi publik "BEPEKAT" dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Paulus

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Dalam rangka memeriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, Forum Pembangunan Berkelanjutan Melawi (FPBM) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Melawi serta Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Melawi menyelenggarakan Diskusi Publik BEPEKAT (Branding Daerah).

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Melawi.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 mengusung tema global yang berfokus pada perubahan iklim serta mendorong berbagai pihak untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Diskusi publik yang berlangsung di ruang pertemuan Hotel Nite & Day Nanga Pinoh, Selasa (2/6/2026), dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Paulus. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, organisasi masyarakat sipil dan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan, instansi vertikal, perusahaan perkebunan kelapa sawit, sektor perbankan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Melalui kegiatan ini, FPBM secara konsisten menjalankan peran edukasi dan sosialisasi terkait berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi Kabupaten Melawi. Selain menjadi wadah bertukar gagasan, forum tersebut juga diharapkan mampu memperkuat partisipasi publik dalam upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Ketua FPBM, M. Firman, menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan kehidupan manusia. Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam harus terus dijaga agar dapat memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.

“Melalui diskusi publik ini, kami berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap isu lingkungan hidup serta perubahan iklim di Kabupaten Melawi semakin meningkat. Semakin banyak ruang diskusi yang dibuka, maka semakin besar peluang lahirnya gagasan dan tata kelola pembangunan lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

Firman menjelaskan bahwa FPBM selama ini telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti workshop dan diskusi publik yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan. Kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan guna merumuskan berbagai masukan dan rekomendasi terkait penguatan branding daerah yang dapat mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Melawi.

Ia berharap semakin banyak organisasi masyarakat sipil, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, serta elemen masyarakat lainnya yang terlibat dalam semangat gotong royong dan kolaborasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama di tengah tantangan efisiensi fiskal daerah.

Selain itu, Firman juga berharap pada tahun-tahun mendatang dukungan terhadap kegiatan lingkungan semakin luas, termasuk dari kalangan NGO dan sektor perbankan, sehingga berbagai program pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, FBPM juga menggelar lomba pembuatan video aksi penanaman pohon yang melibatkan kalangan pelajar. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekaligus mendorong aksi nyata penghijauan di berbagai lokasi, termasuk lingkungan perkantoran.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Melawi, Oslan Junaidi, mengatakan bahwa upaya perlindungan lingkungan harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan ekologis. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

“Kami ingin mendorong lahirnya gagasan untuk memperkuat identitas daerah melalui partisipasi publik. Gagasan tersebut nantinya akan dirumuskan lebih lanjut dan dituangkan dalam kebijakan daerah, termasuk melalui Peraturan Bupati (Perbup),” ujarnya.

Oslan menegaskan bahwa Diskusi Publik BEPEKAT diharapkan mampu menghasilkan berbagai gagasan, komitmen, dan kolaborasi multipihak dalam memperkuat identitas Kabupaten Melawi sebagai daerah yang mampu menyeimbangkan pembangunan ekonomi, perlindungan lingkungan, serta penguatan nilai sosial dan budaya masyarakat lokal.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Paulus, menyampaikan apresiasi atas peran aktif berbagai organisasi non-pemerintah dan organisasi masyarakat yang selama ini turut membantu pemerintah dalam merumuskan berbagai program pembangunan daerah.

Ia mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini memberikan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk NGO, dunia usaha, dan masyarakat, sangat diperlukan untuk mempercepat terwujudnya pembangunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini masih sangat dibutuhkan. Kami berharap hasil diskusi yang dilaksanakan hari ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah konkret yang dapat dilaksanakan bersama demi kemajuan Kabupaten Melawi,” pungkasnya.