Melawi  

Efisiensi Fiskal, Realisasi Belanja APBD Melawi Tembus 20,45 Persen Hingga Maret

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKAD Kabupaten Melawi, Rio Rossandi Nurian

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Melawi mencatat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp 177,524 miliar atau sebesar 20,45 persen dari total pagu anggaran Rp 886,156 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKAD Kabupaten Melawi, Rio Rossandi Nurian, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan kinerja yang cukup positif di tengah kondisi efisiensi fiskal daerah.

“Realisasi belanja pada tiga bulan pertama masih didominasi oleh belanja rutin, seperti pembayaran air, listrik, serta gaji pegawai,” ujar Rio, yang juga menjabat Sekretaris BPKAD itu, Senin (20/4/2026).

Sementara itu, lanjutnya, realisasi pendapatan daerah hingga akhir Maret 2026 juga tercatat sebesar Rp 177.524.887.101 atau 20,45 persen dari target yang telah ditetapkan.

Adapun rincian realisasi pendapatan meliputi:

Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 18,02 miliar atau 17,24 persen dari target Rp 104,5 miliar.

Pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp 159,5 miliar atau 22,04 persen dari target.

Pendapatan transfer dari pemerintah provinsi belum terealisasi atau 0 persen.

Di sisi belanja, realisasi hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp 141.812.624.050 atau 15,83 persen dari target yang ditetapkan. Realisasi tersebut tersebar di seluruh perangkat daerah (SKPD) sesuai dengan program dan kegiatan masing-masing.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Melawi sebelumnya telah menyusun rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 sejak tahun 2025, termasuk pelaksanaan sejumlah program prioritas pada triwulan pertama 2026.

Namun demikian, adanya kebijakan pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat mengharuskan pemerintah daerah melakukan penyesuaian terhadap dokumen anggaran. Proses tersebut dilakukan melalui pembahasan ulang bersama DPRD Melawi.

“Penyesuaian anggaran tersebut berdampak pada tertundanya sejumlah program dan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Akibatnya, realisasi belanja pada awal tahun masih didominasi oleh pengeluaran rutin,” tutup Rio.