MELAWINEWS.COM, MELAWI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melaksanakan kunjungan Safari Ramadan 1447 H ke Kabupaten Melawi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, beserta rombongan, Senin (23/2). Kegiatan tersebut dipusatkan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi.
Acara tersebut dihadiri jajaran pejabat Pemprov Kalbar. Dari unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi hadir Sekretaris Daerah Paulus, Pimpinan OPD, Ketua DPRD Melawi Hendegi Januardi Usfa Yursa, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Melawi Raisya Sarbina, para camat dan kepala desa, Ketua Masjid Agung Nanga Pinoh H. Sukiman, serta berbagai elemen masyarakat memenuhi Pendopo Bupati.
Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang atas kunjungan Gubernur beserta rombongan. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat Melawi untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dalam meningkatkan pembangunan daerah.
Dikatakan, Pemkab Melawi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai sendiri, melainkan memerlukan dukungan dan sinergi dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ujarnya.
Bupati berharap kegiatan tersebut semakin mempererat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, sehingga program prioritas dapat berjalan selaras dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menginformasikan bahwa Kabupaten Melawi telah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2028 berdasarkan Surat Keputusan yang telah diterima.
Sementara itu, Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Bukan datang sembarang datang, kami datang hendak bersilaturahmi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa tahun ini merupakan tahun kedua masa jabatannya, dengan fokus pada penguatan fondasi pembangunan yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Gubernur juga menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat yang saat ini berada pada angka 72,09 dan menempati peringkat kelima di Pulau Kalimantan.
Kabupaten Melawi, menurutnya, termasuk daerah yang IPM-nya masih rendah dan perlu ditingkatkan.
“Indikator utama IPM adalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ini perlu kita kerjakan bersama untuk meningkatkan IPM secara berkelanjutan,” tegasnya.
Gubernur mengakui bahwa pembangunan di Kabupaten Melawi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aksesibilitas, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi. Namun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk memperhatikan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan nasional yang diharapkan dapat terhubung langsung menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satu proyek strategis yang disampaikan adalah pembangunan jalan perbatasan yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Infrastruktur tersebut diharapkan membuka akses lebih dekat menuju IKM.
“Nantinya dari Kabupaten Melawi akan lebih dekat dan mudah menuju Ibu Kota Negara. Ini adalah kemajuan besar bagi konektivitas kita,” tambahnya.
Selain itu, Gubernur juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Melawi untuk meningkatkan dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran, serta menjaga persatuan dalam masyarakat yang heterogen melalui musyawarah mufakat.
Kegiatan Safari Ramadan tersebut turut dirangkai dengan penyerahan bantuan sosial. Bupati Melawi menyerahkan bantuan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa. Sementara itu, Gubernur Kalbar menyerahkan bantuan hibah kepada sejumlah masjid, paket sembako kepada pondok pesantren, serta berbagai bentuk bantuan lainnya kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara Pemprov Kalbar dan Pemkab Melawi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.












