Melawi  

Setelah Sempat Langka dan Harga Meroket, Pasokan BBM di Melawi Kembali Stabil Mulai Sabtu

Ilustrasi SPBU

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, terjadi akibat kendala distribusi yang dipengaruhi faktor cuaca dan gangguan transportasi sungai.

Kondisi ini menyebabkan harga BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer, khususnya di Kota Nanga Pinoh, melonjak hingga Rp 20.000–Rp 30.000 per liter.

Selain lonjakan harga, masyarakat juga harus rela mengantre panjang selama berjam-jam di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mendapatkan Pertalite.

Salah satu karyawan SPBU Fikri Darmawan di Kota Nanga Pinoh, Wawan, mengatakan kelangkaan BBM dipicu oleh keterlambatan distribusi pasokan.

Menurutnya, cuaca buruk menjadi faktor utama yang menghambat kapal tanker bersandar di wilayah Kabupaten Sintang.

“Keterlambatan kapal tanker dalam bersandar di pelabuhan atau terminal bahan bakar merupakan penyebab utama terhambatnya distribusi BBM yang berujung pada kelangkaan di SPBU. Masalah ini sering terjadi akibat faktor cuaca buruk, teknis, maupun operasional,” ujar Wawan, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, dalam kondisi normal atau di luar musim kemarau, distribusi BBM ke SPBU di Melawi dilakukan setiap hari dari Kabupaten Sintang. Namun saat musim kemarau, debit air sungai menurun sehingga distribusi mengalami hambatan.

Dalam situasi tersebut, lanjut Wawan, pasokan BBM dialihkan dari Pontianak menggunakan mobil tangki. Meski demikian, pengiriman dapat mengalami keterlambatan selama dua hingga tiga hari dibandingkan jadwal normal.

Ia menjelaskan, selain faktor alam, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga melakukan penyesuaian pola suplai dari Integrated Terminal (IT) Pontianak dan Fuel Terminal (FT) Sintang, serta mengatur ritase mobil tangki untuk mengatasi kendala distribusi.

“Kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di Kabupaten Melawi, tetapi juga meluas ke sejumlah wilayah lain, seperti Sintang, Kapuas Hulu, dan Sekadau,” ungkapnya.

Wawan menambahkan, mulai Sabtu (14/2/2026), pasokan BBM, termasuk Pertamax, diperkirakan kembali stabil khususnya di SPBU Fikri Darmawan.

Exit mobile version