Melawi  

Musda IV Pemuda Muhammadiyah Melawi: Dari Kolaborasi hingga Kemandirian Ekonomi Pemuda

Musda ke IV Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Melawi

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Musyawarah Daerah (Musda) ke IV Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Melawi yang digelar di Graha Sukiman Center, Minggu (8/2), bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan. Musda ini menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan arah gerak pemuda Muhammadiyah: berkolaborasi, mandiri, dan berpihak pada kemajuan Melawi.

Mengusung tema “Kolaboratif Untuk Melawi Berkemajuan”, forum ini dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Melawi, Muhammad Faisal.

Ia menegaskan pentingnya Musda sebagai ruang musyawarah yang melahirkan keputusan strategis, bukan hanya rutinitas organisasi.

“Musyawarah ini harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar melahirkan gagasan dan langkah nyata bagi kemajuan persyarikatan dan daerah,” ujarnya.

Nada berbeda terasa dalam sambutan Ketua PDPM Melawi, Ilhamsyah. Ia tidak hanya berbicara visi, tetapi juga praktik. Ilhamsyah menyampaikan bahwa PDPM Melawi telah mulai merintis amal usaha sederhana berupa penjualan es batu. Langkah kecil itu, menurutnya, menjadi simbol penting bahwa pemuda harus berani mandiri dan belajar mengelola usaha sejak dini.

“Boleh kecil, tapi ini proses belajar. Pemuda jangan hanya menunggu, tapi harus berani memulai,” katanya.

Arah gerakan Pemuda Muhammadiyah semakin ditegaskan melalui arahan Bendahara Umum Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat, Wawan Gunawan. Ia menekankan bahwa karakter Islam moderat dan Islam berkemajuan harus tercermin dalam sikap, pemikiran, dan tindakan kader. Salah satunya melalui penguatan pilar keilmuan.

“Kader Muhammadiyah tidak boleh berhenti di SMA. Proses kaderisasi harus berlanjut melalui IMM, Pemuda Muhammadiyah, hingga aktif di tingkat ranting,” tegasnya.

Wawan juga menyinggung peran Pemuda Muhammadiyah dalam ranah sosial-politik. Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah tidak anti politik dan tidak alergi terhadap kritik, selama semuanya berpihak pada nilai kebenaran dan kemaslahatan.

“Jika dihadapkan pada banyak pilihan, pilihlah yang paling banyak membawa kebaikan. Pemuda Muhammadiyah harus hadir sebagai edukator, bukan provokator,” ujarnya.

Selain itu, pilar kewirausahaan menjadi penekanan penting. Ia mendorong agar PDPM memiliki amal usaha sendiri dan tidak selalu bergantung pada organisasi induk.

“Pemuda jangan sampai menjadi beban. Ketika mandiri dan independen, kita tidak mudah diintervensi,” katanya.

Musda IV PDPM Melawi diharapkan menjadi titik tolak konsolidasi organisasi, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta lahirnya kepemimpinan dan gagasan segar yang mampu mendorong Pemuda Muhammadiyah berperan nyata dalam mewujudkan Melawi yang berkemajuan.

Exit mobile version