Melawi  

Enam Desa di Kecamatan Tanah Pinoh Terdampak Banjir, Camat Budiman: Debit Air Mulai Surut, Warga Tetap Diminta Waspada

Meski air sudah mulai surut di wilayah banjir terdampak, sejumlah warga dalam melakukan aktivitas masih menggunakan perahu

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Sejumlah wilayah desa di Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, dilanda bencana banjir akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Banjir tersebut merendam sejumlah kawasan permukiman warga, termasuk wilayah pusat aktivitas ekonomi di Pasar Sentral Kecamatan Tanah Pinoh.

Camat Tanah Pinoh, Budiman, menyampaikan bahwa terdapat enam desa yang terdampak banjir, yakni Desa Suka Maju, Tanjung Gunung, Pelita Kenaya, Maris Permai, Bina Jaya, dan Desa Bata Luar.

Menurut Budiman, saat banjir terjadi warga tidak melakukan evakuasi ke tempat pengungsian. Masyarakat memilih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi air.

“Pada pukul 10.00 WIB pagi ini, kondisi air di wilayah Tanah Pinoh sudah mulai mengalami surut. Meski sudah mulai surut, sejumlah warga dalam melakukan aktivitas menggunakan perahu,” ujar Budiman, Jumat (9/1/2026).

Meski demikian, Budiman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan. Pasalnya, berdasarkan perkiraan cuaca, intensitas curah hujan di wilayah tersebut masih berpotensi tinggi.

Budiman menambahkan, pihak kecamatan terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait guna memastikan keselamatan warga dan mengantisipasi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Daniel, mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Daniel juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan bersama unsur terkait. Ia menegaskan, BPBD Melawi siap melakukan langkah-langkah penanganan apabila kondisi banjir semakin berkembang.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan atau melihat potensi bahaya, kami harap segera melapor kepada pemerintah desa setempat atau melalui posko BPBD. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” ujar Daniel, Jumat (9/1/2026).

Daniel mengimbau seluruh pemerintah desa yang wilayahnya terdampak banjir agar aktif melaporkan kondisi di lapangan kepada BPBD dan instansi terkait guna memperoleh data yang akurat dan valid.