Berburu Rupiah, Musim Durian Bawa Berkah Warga Desa Nanga Kalan

oleh -160 views
Meski harus menempuh perjalanan panjang, biasanya pada musim durian justru menjadikan berkah bagi masyarakat sekitar. Warga meyakini dari panen durian itu pendapatan masyarakat akan meningkat

MELAWINEWS.COM, ELLA HILIR – Di kawasan permukiman Desa Nanga Kalan, Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, terlihat warga membawa durian menggunakan perahu untuk dibawa ke desa.

Mereka membawa durian dari kebun yang berlokasi di hutan pedalaman dengan berjalan kaki melintasi jalan setapak hingga menembus semak belukar, sebelum tiba di tepian sungai.

Tak jarang mereka juga harus menembus kawasan tebing yang curam dan terjal, kemudian durian dikumpulkan dalam perahu untuk dibawa ke desa mereka sambil melintasi Sungai Kalan dan beberapa anak sungai.

Meski harus menempuh perjalanan panjang, biasanya pada musim durian justru menjadikan berkah bagi masyarakat sekitar. Warga meyakini dari panen durian itu pendapatan masyarakat akan meningkat.

Matius Dahlan, satu warga Desa Nanga Kalan menyebut, perjalanan menuju hingga membawa durian ke desa memang cukup melelahkan para warga, lantaran mereka menempuh jarak yang cukup jauh untuk tiba di desa.

Matius mengaku dirinya jika musim durian merasa bersyukur, karena bisa berjualan dan menghasilkan pendapatan ekonomi keluarga. Dia juga yakin dari panen durian itu pendapatan ekonomi masyarakat desa meningkat.

“Durian ini sebagian kami ecer di desa yang pembelinya dari luar desa, ada juga di olah menjadi makanan seperti tempoyak, sisanya dijual ke tengkulak yang sudah di pesan sebelumnya,” kata Matius Dahlan, Minggu (31/12/2023).

Menurutnya, satu pohon bisa menghasilkan ratusan buah, sehingga dari penjualan hasilnya bisa mencapai jutaan rupiah. Sedangkan durian miliknya saat ini ada sekitar 9 pohon di pedalaman hutan, belum termasuk yang ada di sekitar kebun miliknya di area dekat rumah.

Ia mengaku selain mendapatkan rasa yang khas durian jenis lokal tersebut, juga dijual harga yang jauh lebih murah bervariasi, jika dibanding dengan durian yang dibeli di pinggi-pinggir jalan mencapai puluhan ribu rupiah per satu buah.

“Setiap musim durian tiba masa panen berkisar dua bulanan memang bisa membantu ekonomi keluarga. Sebab, hampir semua warga Desa Nanga Kalan memiliki pohon durian karena tanaman ini memang masih dirawat dan dilestarikan,” pungkasnya.