Stunting Melawi Masih Tinggi, Wabup Minta OPD Rumuskan Strategi Penanganan

oleh -221 views
Foto bersama dalam kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Analisis Situasi Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting

Wakil Bupati Melawi, Kluisen meminta upaya penurunan stunting di Melawi bisa lebih optimal. Diantaranya dengan merumuskan strategi penanganan stunting dimana kasus stunting pada 2022 masih mencapai 25,68 persen

Hal ini disampaikan Wabup Kluisen saat membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Analisis Situasi Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Melawi Tahun 2023 di Convention Hall Kantor Bupati Melawi, Senin (30/01).

Kluisen dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap melalui kegiatan tersebut dapat terciptanya komitmen dari seluruh pihak dalam penanganan masalah stunting di Kabupaten Melawi.
“Rapat analisis ini penting dilaksanakan guna membangun kerjasama lintas sektor untuk menyusun rekomendasi perencanaan pembangunan dalam rangka penyusunan penurunan angka stunting di Kabupaten Melawi,” jelasnya.

Kluisen mengatakan masalah stunting telah menjadi prioritas pembangunan nasional, untuk itu dirinya berharap melalui komitmen bersama dapat mengambil langkah dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui penetapan kebijakan program kegiatan dari OPD-OPD terkait terhadap penurunan stunting.

“Saya sangat mengapreasiasi TPPS Kabupaten Melawi dan semua pihak yang terlibat karena sebagaimana kita tahu, menurut data e-PPGBM per oktober 2022, angka stunting di Kabupaten Melawi berada di angka 25,68 persen dan menunjukkan terjadinya penurunan sebesar 4,39 persen dibandingkan tahun 2021 yang berada di angka 30,07 persen,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati Melawi mengatakan melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pencapaian target kinerja percepatan penurunan stunting dan merumuskan tindak lanjut perbaikan agar target kinerja dapat dicapai pada tahun berikutnya.

“Saya berharap agar kegiatan rapat ini dapat di manfaatkan dengan sebenar-benarnya sebagai bahan evaluasi dan momentum untuk meningkatkan sinergitas dalam mendukung dan mensukseskan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Melawi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Marniyati menyampaikan terselenggaranya kegiatan tersebut bertujuan untuk menghasilkan data dalam menetapkan desa lokus Stunting tahun 2023 di Kabupaten Melawi.

“Kami berharap dari hasil rapat hari ini dapat menghasilkan data terkait data lokus stunting di Kabupaten Melawi pada tahun 2023,” terangnya.