Buka Konkerkab II PGRI, Dadi Ingatkan Guru Tak Berpolitik Praktis

oleh -24 views
Pelaksanaan Konkerkab II PGRI Melawi

MELAWINEWS.COM, Melawi – PGRI Melawi menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) II, di Hotel Nite and Day, Kamis (19/1). Pelaksanaan Konkerkab selain membahas program kerja juga melakukan restrukturisasi pengurus kabupaten pasca mundurnya Ketua dan Wakil Ketua PGRI Melawi.

Ketua Panitia Konkerkab II PGRI Melawi, Muhtar menerangkan Agenda Konkerkab terdiri dari laporan pelaksanaan program pengurus masa bakti 2020-2025. Penjabaran program umum. Penetapan program organisasi untuk 2023, serta penetapan rencana pendapatan dan belanja organisasi.

“Konkerkab diikuti perwakilan pengurus PGRI kecamatan serta pengurus kabupaten. Agendanya juga pemilihan ketua baru untuk melanjutkan masa bakti 2020-2025, ” jelasnya.

Plh Ketua PGRI Melawi, Dominikus Dasip, menjelaskan, penunjukan dirinya sebagai Plh karena mundurnya Ketua dan sejumlah pengurus PGRI Melawi.

“Pada 2022, yang dialami Melawi juga di alami provinsi. Di Provinsi, ada pengunduran diri Ketua. Karena PGRI tak boleh berpolitik praktis. Karena beliau mencoba untuk di dunia politik. Di Melawi, juga kondisinya Ketua dan beberapa mengundurkan diri, sehingga diambil alih provinsi. Mari kita bangkitkan kembali semangat pengurus PGRI Melawi, ” terangnya.

Sementara itu, Bupati Melawi, Dadi Sunarya dalam pembukaan Konkerkab PGRI menyampaikan sejumlah hal. Diantaranya dia meminta menjelang tahun politik, guru harus hati-hati.

“Jangan terlibat politik . Karena saya orang politik, tahu banyak guru di pedalaman yang ikut terlibat. Kalau mau ikut silahkan mundur, ” katanya.

Dadi juga mengungkapkan soal masalah guru yang kerap tak mau ditempatkan di pedalaman. Walau tak menyebut hal ini turut terjadi di Melawi, Dadi menyebut mutasi sebenarnya mendorong agar mutu pendidikan bisa semakin baik.

“Sudah saya mulai di dinas kesehatan, dokter kita rolling. Memang harus putar. Memang kalau diminta, tidak ada yang mau. Maunya dikota terus. Sekarang juga banyak yang mengajukan pindah ke dinas pendidikan, bahkan banyak yang minta pindah keluar. Utamanya GGD, tapi tidak saya acc, ” ungkapnya.

PGRI harus solid. Aktifkan PGRI kecamatan. Semua saling bekerjasama bergandengan tangan,” pesannya.

Konkerkab II PGRI ini akhirnya menetapkan Ketua PGRI Melawi yang baru yakni Yusseno yang juga saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi