LAZISNU dan FKPAI Melawi Salurkan Bantuan Korban Terdampak Banjir di Menunuk

oleh -155 views
Pengurus LAZISNU dan FKPAI Melawi foto bersama masyarakat dusun Menunuk desa Nanga Menunuk usai penyerahan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir pada Sabtu (4/12).

MELAWINEWS.COM, BELIMBING-Lembaga Amil Zakat dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) kabupaten Melawi bersama dengan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Melawi menyalurkan bantuan kepada korban terdampak banjir di dusun Menunuk desa Nanga Menunuk pada Sabtu (4/12).

Adapun paket bantuan yang disalurkan berupa paket makanan ringan sebanyak 200 paket. Kegiatan dipimpin langsung oleh ketua LAZISNU Melawi ustaz M. Yusuf. Penyerahan bantuan didampingi langsung kepala dusun Menunuk Mahidin dan sejumlah jamaah masjid.

Ustaz M Yusuf mengatakan, bantuan yang diberikan tersebut bersumber dari sumbangan masyarakat yang berasal dari kabupaten Melawi dan luar kabupaten Melawi.

“Bantuan yang kami berikan nilainya tidak seberapa hanya berupa makanan ringan dan mie instan, karena memang anggarannya tidak seberapa, kami ingin membelanjakan beras, namun setelah dihitung hanya dapat 50 paket, akhirnya kami belanjakan barang yang lain supaya lebih banyak jumlahnya,”katanya.

Kendati bantuan yang diberikan tidak seberapa, hal ini sebagai bentuk kepedulian LAZISNU dan FKPAI kepada masyarakat terdampak banjir, khususnya di dusun Menunuk desa Nanga Menunuk kecamatan Belimbing.

“Karena menurut informasi yang kami dapat dampak banjir beberapa waktu lalu sangat tinggi sekali di sini, namun belum tersentuh bantuan, maka dari itu kami bergerak menuju kemari untuk memberikan bantuan kendatipun jumlahnya tidak seberapa,”katanya.

Kepala dusun Menunuk Mahidin menyampaikan terimakasih banyak kepada LAZISNU dan FKPAI Melawi yang telah memiliki kepedulian kepada masyarakat di dusun itu.

“Terimakasih banyak tak terhingga kami sampaikan kepada LAZISNU dan para penyuluh, bantuan ini sangat berarti bagi kami meskipun mungkin nilainya tidak seberapa,”katanya.

Menurut Mahidin banjir di dusun Menunuk cukup besar, ada ratusan rumah di wilayah itu yang terendam banjir dengan ketinggian mencapai 2 meter. Kondisi ini mengakibatkan perekonomian masyarakat setempat lumpuh.
“Bahkan kami juga tidak bisa menyelamatkan perabot rumah seperti kursi dan tempat tidur, jadi semuanya rusak, kami harus mulai lagi dari nol,”katanya.