Heboh Pembacokan Di Keluas Hulu, Tiga Korban Luka Berat

oleh -732 views
Korban penganiayaan berat mendapat penanganan di puskesmas Kotabaru

MELAWINEWS.COM, Melawi – Peristiwa mengerikan terjadi di Dusun Ketuat Desa Keluas Hulu, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Senin (28/6) siang. Tiga orang warga setempat menjadi korban pembacokan oleh pelaku berinisial S (33). Tiga orang ini mengalami luka parah dan kini mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kapolsek Kotabaru, Ipda Aditya Jaya Laksana, mengungkapkan, informasi kejadian tersebut diterima Polsek Kotabaru pada Senin sekitar pukul 18.30 WIB.

“Penganiayaan berat terjadi dusun Ketuat Desa Keluas Hulu Kecamatan Tanah Pinoh Barat dengan korban dua perempuan dan satu laki-laki. Tiga korban ini ditangani di Puskesmas Kotabaru setelah dibawa menggunakan speed boat dari Keluas Hulu,” paparnya.

Tiga korban penganiaya berat yakni Renta, laki-laki (45), Yulianti, perempuan (31) serta Dadak, perempuan (50). Luka yang dialami ketiganya menyebabkan robek pada bagian mulut hingga kepala akibat sabetan benda tajam. Penganiayaan berat ini pun terjadi di waktu yang berbeda, seperti pada Renta, saat kejadian sekitar pukul 14.00 WIB, korban sedang berada di rumah sepupu, tiba-tiba datang pelaku S membawa sebilah parang dan menebas parang ke arah telinga korban hingga nyaris putus. Setelah kejadian pelaku langsung meninggalkan korban.

Sedangkan pada korban lainnya, Yulianti, pelaku disebut sempat mengejar korban dengan membawa parang dan menebaskan parangnya pada bagian kepala, setelah itu korban langsung ditinggalkan. Polisi pun masih memeriksa motif pelaku, hanya dari Keterangan korban menyebutkan tidak ada masalah dengan pelaku, bahkan masih memiliki hubungan kekerabatan.

“Dua korban yakni Renta dan Dadak sudah dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulan puskesmas Kotabaru pada Selasa dini hari,” ujarnya.

Kapolsek Kotabaru mengungkapkan Dusun Ketuat, Desa Keluas Hulu berada di wilayah terpencil dimana akses melalui sungai ditempuh hingga 4 jam perjalanan. Sementara bila menggunakan jalan darat bisa mencapai hingga 7 jam karena kondisi jalan rusak berat.

“Disana juga tidak ada sinyal seluler,” ungkapnya.